KPK Periksa Eko Darmanto, Pegawai Bea Cukai yang Suka Pamer Moge dan Pesawat

  • Arry
  • 7 Maret 2023 09:29
Mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto(humas/beacukai)

Mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Dia akan dimintai klarifikasi terkait aksinya yang suka pamer barang mewah seperti motor gede atau moge hingga pesawat Cessna.

Eko sudah tiba di Gedung KPK, Jkaarta, sejak pukul 08.00 WIB, Selasa, 7 Maret 2023. Belum ada keterangan dari Eko terkait pemerinsaan yang akan dilakukan tim Direktorat LHKPN KPK.

Nama Eko Darmanto ini mencuat memamerkan aset kekayaannya di media sosial. Hal tersebut diunggah akun Twitter @logikapolitikid. Akun itu menyebut, pejabat eselon III Bea Cukai itu memiliki koleksi mobil antik dan motor gede Harley Davidson serta beberapa barang branded.

"Eselon III Bea Cukai punya koleksi mobil antik dan moge Harley serta beberapa barang branded. #BeaCukaiHedon," tulis akun itu.

Atas viralnya kasus ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mencopot Eko Darmanto sebagai Kepala Bea Cukai Yogyakarta.

Baca juga
Usai Pegawai Pajak, Kini Giliran Pegawai Bea Cukai Pamer Harta: Moge Hingga Pesawat

"Berdasarkan perintah pimpinan, untuk memudahkan pemeriksaan terhadap Sdr. ED, ybs telah dibebastugaskan dari jabatan Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta terhitung mulai tanggal 2 Maret 2023," kata Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Nirwala Dwi Heryanto dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Maret.

Berdasarkan data LHKPN terakhir, Eko diketahui memiliki harta Rp15.739.604.391. Namuun dia tercatat memiliki utang sebesar Rp9.018.740.000. Sehingga kekayaan bersihnya senilai Rp6.720.864.391.

Berikut rincian harta Eko Darmanto berdasarkan LHKPN per 15 Februari 2022:

  • Tanah dan Bangunan senilai Rp12.500.000.000
    1. Tanah dan Bangunan Seluas 240 m2/410 m2 di KAB / KOTA MALANG, HIBAH TANPA AKTA Rp. 2.500.000.000
    2. Tanah dan Bangunan Seluas 327 m2/342 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000.000
  • Alat Transportasi dan Mesin senilai Rp2.900.000.000
    1. MOBIL, BMW SEDAN Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 850.000.000
    2. MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 600.000.000
    3. MOBIL, JEEP WILLYS Tahun 1944, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000
    4. MOBIL, CHEVROLET (BEKAS) BELL AIR Tahun 1955, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
    5. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
    6. MOBIL, MAZDA MAZDA 2 Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
    7. MOBIL, FARGO (BEKAS) DODGE FARGO 1957 Tahun 1957, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000
    8. MOBIL, CHEVROLET APACHE 1957 Tahun 1957, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
    9. MOBIL, FORD (BEKAS) BRONCO 1972 Tahun 1972, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya Rp100.700.000
  • Kas dan Setara Kas Rp238.904.391
  • Sub total Rp15.739.604.391
  • Utang Rp9.018.740.000
  • Total kekayaan usai dikurangi utang Rp6.720.864.391

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan keanehan dalam LHKPN Eko Darmanto tersebut. Dia menyoroti soal koleksi mobil Eko dan utang yang sangat besar.

"Utangnya kok meningkat Rp 4 miliar lebih. Lihat penghasilannya setahun cuma Rp 500 juta. Nah punya utang Rp 4 miliar, penghasilan setahun Rp 500 juta, itu utang 4 miliar bayar 10 tahun aja Rp 400 juta setahun nah u makan apa. Itu keanehan itu kita lihat tapi belum kita klarifikasi," beber Pahala.

Artikel lainnya: Tesla Malah Bikin Kantor di Malaysia Meski Sudah Dirayu Indonesia, Luhut Buka Suara

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan