Waspada siomai berbahan ikan sapu-sapu, begini ciri-cirinya

  • Arry
  • 26 Apr 2026 17:26
Ikan sapu-sapu(berita jakarta/beritajakarta.id)

Newscast.id - Siomai berbahan ikan sapu-sapu kini marak dijual bebas. Bagaimana cara membedakan siomay berbahan ikan tenggiri dengan ikan sapu-sapu?

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta mengungkapkan, perbedaan yang dapat dilihat langsung dari tampilan serta rasanya.

“Siomai dari ikan yang layak konsumsi seperti tenggiri umumnya berwarna putih atau abu-abu terang, teksturnya halus dan padat, serta memiliki aroma gurih yang tidak amis menyengat,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perikanan DKPKP DKI Jakarta, Eny Suparyani.

Sedangkan siomai yang menggunakan ikan sapu-sapu memiliki warna cenderung gelap dan kusam.

Baca juga
Kenapa ikan sapu-sapu harus dibasmi di sungai Jakarta? Ini ancamannya bagi ekosistem

“Warna cenderung lebih gelap dan kusam, berbau amis kuat bahkan seperti lumpur, serta teksturnya bisa lebih keras dan tidak lembut. Harganya pun sering kali jauh lebih murah dan tidak wajar,” jelas Eny.

Eny mengingatkan agar mewaspadai olahan dari ikan sapu-sapu. Sebab, berdasarkan hasil penelitian di laboratorium, daging ikan sapu-sapu berpotensi mengandung bahan berbahaya.

Dalam pengujian terungkap, daging ikan sapu-sapu mengandung logam berat timbal (Pb) sekitar 0,365 mg per kg. Jumlah ini melebihi ambang batas aman kurang dari 0,3 mg per kg. Selain itu, sampel juga positif mengandung bakteri E. coli dan Salmonella.

Baca juga
Pakar IPB ungkap cara ampuh berantas ikan sapu-sapu di sungai Jakarta

Menurut Eny, kandungan itu terkait dengan habitat ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di perairan tercemar, seperti sungai di wilayah ibu kota.

“Ikan ini hidup di lingkungan dengan kualitas air yang tidak baik, sehingga berisiko tinggi terpapar kontaminan,” katanya.

Eny juga menjelaskan, konsumsi ikan sapu-sapu pada manusia dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Paparan logam berat seperti timbal dapat menyebabkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan pencernaan, hingga masalah pertumbuhan pada anak dan remaja. Sementara kontaminasi bakteri dapat memicu diare, mual, muntah, demam, dan dehidrasi.

“Yuk lebih bijak dalam memilih konsumsi ikan. Utamakan yang aman, sehat, dan bernilai gizi tinggi demi kesehatan kita bersama,” ucap Eny.

Artikel lainnya: Terbongkarnya kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 53 anak jadi korban

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait