Terjadi Gerhana Matahari Hibrida, Ini Urutan dan Tata Cara Sholat Kusuf

  • Arry
  • 20 Apr 2023 06:05
Ilustrasi Gerhana Matahari Total(Karl Magnuson/unsplash)

Gerhana Matahari Hibrida akan terjadi di Indonesia, Kamis, 20 April 2023. Kementerian Agama mengimbau umat Islam melaksanakan Sholat Gerhana atau Sholat Kusuf.

Gerhana Matahari Hibrida adalah sebuah fenomena langka dimana terjadinya gerhana Matahari total dan gerhana Matahari cincin dalam waktu berurutan. Di Indonesia, gerhana Matahari Total bisa dinikmati di 3 provinsi yakni Maluku, Papua, dan Papua Barat. Sedangan provinsi lainnya dapat menyaksikan gerhana Matahari sebagian.

Dalil yang menganjurkan pelaksanaan Sholat Gerhana atau Kusuf adalah Firman Allah SWT:

Artinya, “Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya,” (QS Fushilat: 37).

Baca juga
Gerhana Matahari Hibrida Sambangi Indonesia Besok 20 April, Catat Jadwalnya

Hal tersebut juga disebut Nabi Muhammad SAW dalam hadits-nya:

Artinya, “Matahari dan bulan merupakan setengah dari beberapa tanda kekuasaan Allah, bukan karena matinya seseorang atau bukan (pula) karena hidupnya, maka ketika kalian melihat gerhana, berdoalah dan shalatlah sampai gerhana tersebut hilang (terang)” (HR al-Bukhari).

Para ulama sepakat pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari adalah sunnah. Sholat sunnah ini dianjurkan dilakukan laki-laki maupun perempuan, bepergian (musafir) dan orang yang diam di rumah (muqim), sesuai dengan dua dalil di atas.

Bahkan, kesunahan Sholat Gerhana ini sangat dianjurkan dilakukan alias Mu'akkad.

Kapan pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari?

Pelaksanaan Sholat Kusuf atau Sholat Gerhana Matahari dimulai dari awal dimulainya gerhana hingga sinar Matahari kembali terang.

Berikut urutan tata cara pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari:

  1. Imam menyerukan as-salatu jami‘ah.
  2. Membaca niat: Ushallî sunnatan likusûfisy syamsi rak’ataini lillâhi ta’ala Artinya, “Saya niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta’ala.”
  3. Takbiratulihram.
  4. Membaca doa iftitah.
  5. Membaca taawuz, basmalah, lalu membaca surat al-Fatihah, disusul surah panjang dengan jahar.
  6. Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama.
  7. Mengangkat kepala dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, makmum membaca rabbana wa lakal- amd.
  8. Berdiri tegak, lalu membaca surat al-Fatihah disusul surah panjang, tetapi lebih pendek dari surat yang dibaca pertama.
  9. Rukuk, sambil membaca tasbih yang lama, tetapi lebih singkat dari yang pertama.
  10. Bangkit dari rukuk, membaca sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd.
  11. Sujud.
  12. Duduk di antara dua sujud.
  13. Sujud.
  14. Bangkit dari sujud, berdiri tegak mengerjakan rakaat kedua, seperti rakaat pertama, tanpa membaca doa iftitah.
  15. Salam.
  16. Setelah salat, imam berdiri menyampaikan khutbah, berisi nasihat serta peringatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah, serta mengajak memperbanyak istigfar, sedekah dan berbagai amal kebajikan.

Artikel lainnya: Bos BUMN Bawa Pistol dan Meletus di Bandara Hasanuddin, Erick Thohir Bicara Sanksi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait