Alumni LPDP akhirnya minta maaf usai pamer anak jadi WNA dan ucap 'Cukup Saya WNI'

  • Arry
  • 21 Feb 2026 17:06
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas(@sasetyaningtyas/instagram)

Newscast.id - Alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, akhirnya minta maaf usai pamer anak jadi WN Inggris dan sebut, "cukup saya WNI" viral. Dia ungkap alasan tindakannya itu.

Melalui akun @sasetyaningtyas, dia menyatakan, pernyataan itu dia lontarkan dilatarbelakangi rasa kecewa. Namun, ia mengakui apa yang dia lakukan adalah salah.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," kata Dwi dikutip Sabtu, 21 Februari 2026.

"Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," lanjutnya.

Baca juga
Polemik alumni pamer anak jadi WNA: Cukup saya WNI, LPDP bereaksi

Berikut permintaan maaf lengkap Dwi Sasetyaningtyas:

Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan".

Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.

Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia.
Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik.

Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.

Saya sangat menghargai setiap kritik dan masukan yang telah disampaikan secara baik dan konstruktif, sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri, termasuk belajar berkomunikasi dengan lebih bijaksana, lebih jernih, dan lebih berempati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan.

Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati.
Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya.

Artikel lainnya: Viral Seskab Teddy 'sentil' Menteri Rosan: Ngundang saya buat jadi pajangan saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait