Suami alumni LPDP yang pamer anak jadi WNA terancam diminta kembalikan beasiswa

  • Arry
  • 22 Feb 2026 12:55
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas(@sasetyaningtyas/instagram)

Newscast.id - Polemik alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang pamer anak jadi WN Inggris berbuntut panjang. Suaminya, AP, terancam diminta mengembalikan seluruh dana beasiswa yang telah dia terima.

Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya, AP, diketahui adalah alumni penerima beasiswa LPDP. Namun, AP diketahui belum menyelesaikan kewajiban kontribusi setelah menamatkan studi.

Pihak LPDP buka suara soal nasib AP. Mereka pun akan memanggil AP untuk dimintai klarifikasi.

"LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi serta melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa," bunyi keterangan LPDP dikutip Minggu, 22 Februari 2026.

Baca juga
Polemik alumni pamer anak jadi WNA: Cukup saya WNI, LPDP bereaksi

"Apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," tambahnya.

"LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia," katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan aturan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban melaksanakan masa pengabdian kontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi+1 tahun.

LPDP menyatakan Dwi Sasetyaningtyas telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017. Influencer itu juga sudah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Berbeda dengan suaminya, AP.

Dwi Sasetyaningtyas pamer anak jadi WN Inggris >>>

 

Polemik ini bermula saat Dwi Sasetyaningtyas pamer anaknya menjadi warga negara Inggris. Hal itu dia sampaikan dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @sasetyaningtyas.

Dalam video yang dia bagi, Dwi memperlihatkan tengah membuka sebuah paket. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

"Ini paket bukan sembarang paket. Isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku. Kita buka ya," ujarnya.

Baca juga
Alumni LPDP akhirnya minta maaf usai pamer anak jadi WNA dan ucap 'Cukup Saya WNI'

"Ini adalah surat dari Home Office Inggris, yang menyatakan anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," lanjutnya.

"I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

Dwi Sasetyaningtyas minta maaf >>> 

 

Alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, akhirnya minta maaf usai pamer anak jadi WN Inggris dan sebut, "cukup saya WNI" viral. Dia ungkap alasan tindakannya itu.

Melalui akun @sasetyaningtyas, dia menyatakan, pernyataan itu dia lontarkan dilatarbelakangi rasa kecewa. Namun, ia mengakui apa yang dia lakukan adalah salah.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," kata Dwi.

"Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," lanjutnya.

Berikut permintaan maaf lengkap Dwi Sasetyaningtyas:

Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan".

Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.

Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia.
Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik.

Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.

Saya sangat menghargai setiap kritik dan masukan yang telah disampaikan secara baik dan konstruktif, sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri, termasuk belajar berkomunikasi dengan lebih bijaksana, lebih jernih, dan lebih berempati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan.

Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati.
Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait