Polemik ini bermula saat Dwi Sasetyaningtyas pamer anaknya menjadi warga negara Inggris. Hal itu dia sampaikan dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @sasetyaningtyas.
Dalam video yang dia bagi, Dwi memperlihatkan tengah membuka sebuah paket. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.
"Ini paket bukan sembarang paket. Isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku. Kita buka ya," ujarnya.
"Ini adalah surat dari Home Office Inggris, yang menyatakan anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," lanjutnya.
"I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.
Dwi Sasetyaningtyas minta maaf
Alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, akhirnya minta maaf usai pamer anak jadi WN Inggris dan sebut, "cukup saya WNI" viral. Dia ungkap alasan tindakannya itu.
Melalui akun @sasetyaningtyas, dia menyatakan, pernyataan itu dia lontarkan dilatarbelakangi rasa kecewa. Namun, ia mengakui apa yang dia lakukan adalah salah.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," kata Dwi.
"Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News