Newscast.id - Sekretaris Kabinet Lekol Teddy Indra Wijaya buka suara soal kritikan yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, soal kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.
Prabowo diketahui baru saja ke Prancis pada Mei 2026. Ini kunjungan ketiga Prabowo ke Prancis setelah dilakukan pada April dan Januari 2026.
"Karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau meluruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur," ujar Teddy di akun media sosial Instagram milik Sekretariat Presiden, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
"Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," sambung Teddy.
Baca juga
5 Kritik Dino Patti Djalal ke Prabowo: 1 dari 6 hari berada di luar negeri
Ada empat poin yang dijawab Seskab Teddy terkait kritik Dino Patti Djalal. Dia menyoroti soal biaya perjalan keluar negeri, jumlah rombongan presiden keluar negeri, penjadwalan, dan protokoler serta frekuensi kunjungan keluar negeri.
"Jadi yang pertama masalah biaya bila keluar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara. itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy.
"Nah, kalau dulu itu itu sekali keluar negeri bisa lebih dari dari 120 orang--zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Pak Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," tegas Teddy.
Jawaban Seskab Teddy soal kritik Dino Patti Djalal
Teddy menyatakan, Prabowo menjabat presiden saat kondisi dunia sedang dinamis hari per hari, dan dipenuhi konflik global. Oleh karena itu, Prabowo perlu membangun dan menjalin hubungan dengan para pemimpin dunia.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak. Kita harus panen hubungan yang baik. Lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan. dan begitu pula sebaliknya," kata Teddy.
"Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antarpemimpin, baik secara langsung, diliput media ataupun tertutup," sambungnya.
Teddy juga menjawab soal kunjungan luar negeri Prabowo hanya demi gagah-gagahan atau seremonial. Menurutnya hal itu adalah tudingan yang 'salah besar'. Dia menyatakan, aksi diplomasi yang dipimpin Prabowo selama 1,5 tahun terakhir telah membuahkan hasil kongkret.
"Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun, itu data dari BKPM," katanya.
"Kemudian, contoh konkret lagi ini, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan kKorea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun," sambung Teddy
Teddy juga menyinggung soal penyelenggaraan haji serta terwujudnya perkampungan haji RI di Tanah Suci, dan peran aktif untuk membantu Palestina.
"Itu adalah hasil kongret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan, semua itu adalah hasil diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo lewat berbagai cara baik dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan," sambungnya.
Artikel lainnya: Usai Dadan Hindayana Cs dicopot, Kantor BGN digeledah Kejaksaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News