Ngerinya bentrokan maut di Jalan Tambak Menteng, Jakpus: Dipicu nasi uduk, 1 tewas

  • Arry
  • 27 Jul 2026 10:02
Bentrokan maut di Jalan Tambak Menteng, Jakarta Pusat(ist/ist)
  • Satu orang tewas

Polisi menyebut satu orang tewas usai bentrokan antarkelompok tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan ada dua orang dibawa ke RSCM dalam peristiwa itu. Satu kritis dan lainnya meninggal dunia.

"Kemudian dari petugas berupaya untuk melerai dan menyudahi, namun karena banyaknya yang terlibat, akhirnya warga yang terlibat akhirnya ada korban dan ada yang kita amankan. Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng," ujarnya.

"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," imbuhnya.

  • Tiga pelaku ditangkap

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, menyatakan, telah menangkap tiga pelaku bentrokan yang menewaskan seorang warga. Selain itu polisi juga telah memeriksa 15 orang saksi.

Kombes Reynold mengatakan, korban berinisial K (23) meninggal dunia setelah sempat dievakuasi bersama seorang korban lainnya berinisial DS ke RSCM. Bentrok bermula dari perusakan gerobak nasi uduk.

"Mengakibatkan warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan yang mengakibatkan dua orang di lokasi ini harus dievakuasi dengan kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dengan inisial yang satu atas nama inisial K, dan yang satu DS," kata Reynold saat ditemui di lokasi bentrok.

"Kami juga turut berduka cita bahwasanya dengan informasi yang ada, Saudara K umur 23 telah meninggal dunia," lanjut dia.

"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu Saudara S, Saudara T, dan Saudara U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng. Dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui asal-muasal peristiwa tersebut," jelasnya.

"Kalau untuk peristiwa itu secara keseluruhan kami melakukan pengamanan pemeriksaan secara intensif itu sejumlah kurang lebih 15 orang. Namun untuk klastering dalam peristiwa-peristiwa, kami beda-bedakan," jelasnya.

"Jadi terkait dengan peristiwa yang ada di Matraman, Matraman Dalam, dan peristiwa di Jalan Tambak ini kami pisahkan. Mana korban ataupun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Reynold.

  • Kesaksian warga

Seorang warga yang menyaksikan rangkaian bentrokan, mengungkapkan, insiden ini bermula saat kelompok tersebut tidak membayar nasi uduk di Jalan Matraman Dalam.

"Terus awalnya gini, orang jualan, terus orang Ambon kayak beli nasi uduk tapi nggak bayar, kabur. Terus sama anak dalem neriakin, dia nyelonong aja, gitu. Terus dia ke sini lagi nggak seneng, ditebalikin (gerobak nasi uduk) udeh," kata Yafa di lokasi.

Yafa menjelaskan, pedagang nasi uduk itu adalah warga di sekitar yang sudah lama berjualan di Jalan Matraman, Jaktim. Sementara pembeli adalah orang baru di lingkungan tersebut.

"Rame, lumayan, terus dibantu sama pembeli diberdiriin tadi awalnya pada jatoh bumbu-bumbunya itu, makanannya, pada dibenahin," jelasnya.

Menurutnya, bentrokan antara warga dan kelompok orang itu pun tak terhindarkan lagi. Emosi warga semakin memuncak. Bahkan Yafa melihat ada sejumlah orang dari kelompok tersebut digiring warga menuju Jalan Tambak.

Selanjutnya respons kelompok Ambon >>>

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait