Ngerinya bentrokan maut di Jalan Tambak Menteng, Jakpus: Dipicu nasi uduk, 1 tewas

  • Arry
  • 27 Jul 2026 10:02
Bentrokan maut di Jalan Tambak Menteng, Jakarta Pusat(ist/ist)
  • Polisi bantah narasi perusakan masjid dan tak bayar nasi uduk

Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membantah narasi di media sosial yang menyatakan bentrokan antara warga dan kelompok orang di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat bermula dari kelompok etnis Ambon tak membayar makan nasi uduk.

"Berdasarkan keterangan atau informasi dari pedagang atau penjual nasi uduk yang ada di Matraman atau Pegangsaan, bahwa tidak ada dari rekan-rekan yang membeli atau tidak membayar," kata AKBP Braiel.

"Karena sebetulnya yang terjadi rekan-rekan kami dari pihak Timur, saudara-saudara kami yang dari Ambon ini, itu tidak ada membeli nasi uduk," kata Braiel.

"Jadi tidak ada kejadian bahwa dia membeli nasi uduk dan tidak membayar, karena mereka tidak membeli nasi uduk. Sepengetahuan dari penjual nasi uduk bahwa mereka membeli bubur. Nah, itu yang perlu saya sampaikan yang pertama, terkait dengan isu-isu yang beredar," tambahnya.

Terkait isu adanya perusakan masjid, Braiel juga menegaskan tak ada peristiwa tersebut. Hal ini sesuai dengan kesaksian pengurus masjid tersebut.

"Kemudian yang ketiga, terkait dengan isu-isu yang merambah ke suku, ras, ataupun agama. Jadi kami sampaikan bahwa tidak ada kerusakan, berdasarkan kami tadi sudah bersepakat sudah bertemu dengan Ustaz yang di Masjid Jami Matraman, kami sudah melakukan klarifikasi bahwa tidak ada terjadi perusakan terhadap rumah ibadah yang dilakukan oleh saudara-saudara atau rekan-rekan kita dari Timur," tuturnya.

  • Respons kubu kelompok Ambon

Pihak kelompok etnis Ambon yang disebut sebagai pemicu bentrokan maut di Jalan Tambak Menteng, Jakarta Pusat, buka suara. Mereka membantah soal narasi tak membayar nasi uduk dan tak terima ditegur sebagai pemicu bentrokan yang terjadi pada Minggu, 26 Juli pagi itu.

"Pemicunya adalah ada orang yang ada sementara duduk di nasi uduk, kemudian saudara-saudara kami kebetulan menyalakan motor dan bunyi motor itu dianggap bising oleh warga yang duduk di nasi uduk ini, sehingga terjadilah cekcok mulut di situ," kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR), Nefton Alfares.

"Nah, kemudian ada isu lagi bahwa ada perusakan tempat ibadah yaitu masjid. Kami sampaikan bahwa isu itu tidak benar. Yang benar adalah peristiwanya kebetulan terjadi di depan masjid. Kebetulan terjadi di depan masjid, jadi bukan saudara-saudara kami ini sengaja melakukan perusakan terhadap masjid," ujar Nefton.

"Nah, ini mohon supaya informasi yang berkembang di luar sana itu informasi bohong semua. Saudara kami tidak pernah makan nasi uduk dan tidak membayar, bahkan membeli pun tidak. Membeli pun tidak, ya, saya tegaskan membeli pun tidak. Tidak makan di situ. Hanya karena kebetulan mereka menyalakan motor dan kemudian ini dianggap motor ini bising dan direspons oleh yang duduk di nasi uduk itu," tegas dia.

"Nah, itu informasi yang benar. Dan ini kami nyatakan bahwa informasi ini valid karena ini sumbernya langsung dari Polsek Menteng, dari Pak Kapolsek yang sudah menyampaikan tadi. Ya, demikian itu penjelasan kami supaya jangan di-framing di luar sana bahwa kami orang Timur ini sudah makan tidak bayar, merusak gerobak. Nah, itu tidak benar. Kami sampaikan tidak benar," sambungnya.

"Nah, kemudian permintaan kami lagi, semua yang teridentifikasi di dalam video itu, kami minta semuanya ditangkap! Karena itu pelaku murni yang mengakibatkan dua orang saudara kami korban, menjadi korban," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait