Menhut Raja Juli soal asap karhutla ganggu negara lain: Angin tak punya KTP

  • Arry
  • 2 Sep 2026 11:50
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni(humas/kementerian lingkungan hidup dan kehutanan)

Newscast.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni buka suara soal asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah mengganggu negara tetangga. Dia mengklaim karhutla tak hanya terjadi di Indonesia saja.

"Dan boleh dilihat ya, mungkin di sini (SiPongi) tidak terbaca. Kebakaran itu tidak terjadi di kita saja. Di Serawak (Malaysia) itu juga terjadi kebakaran hutan, cuma arah angin kebetulan, arah anginnya kebetulan memang naik ke atas," kata Raja Juli kepada wartawan, Selasa, 1 September 2026.

"Kalau seandainya arah anginnya dari sini (ke bawah), ini menurut teman-teman dari LH juga, ini kebakaran yang terjadi di sana juga akan masuk ke Indonesia. Karena memang asap nggak ada KTP-nya kira-kira gitu," kata Sekjen PSI itu.

Baca juga
Di mana Menhut Raja Juli Antoni saat Presiden Prabowo cek karhutla? Ini kata Istana

Raja Juli menjelaskan, saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan warga Indonesia dari dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Pak Presiden mengatakan kepada kita, fokus utama pemerintah Indonesia di dalam penanganan karhutla adalah untuk keselamatan rakyat Indonesia," ujarnya.

"Bahwa kemudian kita bisa jaga atau kontrol karhutla kita, asap kita, kemudian tidak terjadi, apa namanya, transboundary haze, alhamdulillah. Dan tentu kita sebagai masyarakat yang memiliki hubungan baik dengan negara tetangga kita akan berjuang bersama," ucapnya.

"Jadi tetap saja kita akan berjuang semaksimal mungkin ya kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita, tapi perintah Presiden apa yang kita kerjakan hari ke hari TNI, Polri, Manggala Agni ini adalah untuk melindungi masyarakat kita keselamatan masyarakat Indonesia," tutur dia.

Artikel lainnya: Harga BBM Pertamina di seluruh SPBU usai harga Pertamax Turbo naik per 1 September

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait