Geger Mutilasi di Bekasi, Ini Sederet Fakta yang Terkuak

  • Arry
  • 28 Nov 2021 14:09
Ilustrasi Pembunuhan(@PublicDomainPictures/pixabay)

Warga Kedungwaringin, Bekasi, dihebohkan penemuan sejumlah baian potongan tubuh manusia. Korban yang berjenis kelamin laki-laki diduga sebagai korban mutilasi. Korban bernama Ridho Suhendra.

Potongan tubuh itu pertama kali ditemukan warga yang sedang melintas Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 27 November 2021 pagi. Warga tersebut kemudian langsung melaporkan ke kepolisian.

Tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi langsung menuju lokasi penemuan. Mereka langsung melakukan penyelidikan.

Berikut deretan fakta yang terkuak dalam kasus penemuan korban mutilasi di Bekasi:

1. Identitas korban driver ojek online

Polisi telah mengugkap identitas korban mutilasidi Desa Keudng Gede, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Korban adalah RS. Dia diketahui bekerja sebagai driver ojek online.

Identitas korban diketahui setelah polisi mendatangi pihak keluarga korban.

"Sabtu siang tadi ada polisi datang ke rumah saya, nanyain bener enggak ini putra bapak, terus orang tuanya jawab benar," kata paman korban, Zarul Aulia, saat dikonfirmasi.

"Kami kaget kalau (RS) telah dimutilasi," ujar Zarul.

"Kami berharap, agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku, termasuk menemukan potongan tubuh lainnya," kata dia.


2. Tiga pelaku ditangkap

Polisi lagsung bergerak cepat untuk mengungkap kasus mutilasi ini. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Bekasi kini telah mengamankan tiga orang terduga pelaku.

"Sudah diamankan, diduga ada tiga orang. Tapi masih kita dalami," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat dikonfirmasi.

Tubagus menyatakan, dua orang sudah diperiksa. "Satu lagi sedang proses (pemeriksaan)," tuturnya.


Selanjutnya korban sudah 2 minggu tidak pulang >>>

 

3. Korban sudah 2 minggu tidak pulang

Korban mutilasi, Ridho Suhendra adalah warga Jalan Kampung Buwek, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pamannyamenyebut, Ridho lebih sering menerima orderan antar amkanan daripada mengantar penumpang.

"Biasanya hanya di sekitar sini di Tambun Selatan saja cari orderannya. Karena dia lebih sering anterin makanan dari pada penumpang," kata paman korban, Zarul.

Zarul pun mengaku bingung Ridho ditemukan tewas di Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, atau perbatasan antara Kabupaten Bekasi dan Karawang.

"Makanya kami juga enggak tahu kok bisa ditemukan di daerah sana. Biasanya enggak sejauh itu, paling jauh mungkin ke Cikarang saja cari orderannya," tuturnya.

Zarul menyatakan, Ridho sudah tidak pulang selama dua minggu. "2 minggu lalu, pamit ke ibunya, mau ngekos katanya karena sudah dapat kerja," katanya.

Selama pindah, kata Zarul, Ridho masih rutin berkomunikasi dengan keluarganya. "Terakhir online kelihatan di WA itu hari Kamis, dua hari. Sehari setelah itu, HP-nya sudah enggak bisa dihubungi," kata Zarul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait