Tsamara Amany Dicap Kadrun Usai Keluar dari PSI, Ini Pesan Susi Pudjiastuti

  • Arry
  • 24 Apr 2022 15:19
Tsamara Amany mundur dari PSI(@tsamaradki/twitter)

Tsamara Amany telah resmi mengumumkan keluar dari Partai Solidaritas Indonesia alias PSI. Usai keluar, mantan Ketua DPP PSI itu langsung dicap 'kadrun' oleh warganet.

Kadrun merupakan istilah yang menggema sejak Pilpres 2014. Istilah ini dialamatkan untuk kubu di luar pendukung Joko Widodo saat Pilpres. Sedangkan PSI selama ini adalah partai yang selalu mendukung pemerintahan Jokowi dan anti terhadap kubu Anies Baswedan.

Tsamara pun kesal dengan komentar salah satu netizen yang mencap dia sebagai kadrun. Dia pun mencolek akun Twitter Humas Mabes Polri untuk mengusut pemilik akun tersebut.

"Halo, tolong @DivHumas_Polri. Ini keterlaluan. Bukan nasionalisme. Jelas fasisme," cuit Tsamara. Cuitan Tsamara telah disesuaikan dengan ejaan yang berlaku.

Baca Juga
Tsamara Amany Keluar dari PSI, Pindah Partai?

Hal itu pun mendapat banyak respons dari sejumlah kalangan. Termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

"Stay strong, positif and happy. Don't waste your energy to fight stupidity. Continue spread your positif energy to educate and share all the good things you have in mind. The country need more from you, @TsamaraDKI," cuit Susi di akun Twitter resminya, dikutip Minggu, 24 April 2022.

Tsamara membalas cuitan Susi dan berterima kasih atas dukungan tersebut.

"Thank you, Ibu," cuit Tsamara.

Cuitan Tsamara menanggapi Susi Pudjiastuti

Untuk diketahui, Tsamara mendapatkan komentar dari salah satu netizen paska dia memutuskan keluar dari PSI.

Berikut ini bunyi komentar yang diunggah Tsamara:

"Dia kan genetikanya ada bau-bau gurun pasir jadi tidak betah dengan hal-hal yang berbau nasionalis jadi dia kembali ke habitat aslinya yaitu kadrun. Jika saya yang memegang otoritas tertinggi di Indonesia saya akan mengeluarkan dekrit untuk memerintah angkatan bersenjata kita untuk mengirim seluruh para keturunan imigran Arab Yaman tanpa reserve‬ yang ada di Indonesia untuk dikirim ke camp solusi final akhir dan saya pastikan akan jauh ekstrem apa yang pernah dilakukan Nazi Jerman terhadap orang Yahudi."

Humas Mabes Polri pun langsung menanggapi soal cuitan tersebut.

"Selamat Siang Sobat Polri. Terimakasih atas laporannya. Akan kami teruskan ke virtual police cyber. Yuk tetap saling menghormati di bulan ramadhan ini," cuit Humas Polri.

 

Artikel lainnya

Berita Terkait