Tabrak Burung, Lion Air Dipaksa Kembali ke Bandara Juanda Surabaya

  • Arry
  • 19 Mei 2022 11:33
Lion Air(Lion Air/lionaircoid)

Pesawat Lion Air dipaksa kembali ke Bandara Juanda Surabaya usai menabrak burung. Seluruh penumpang dinyatakan selamat dalam peristiwa tersebut.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan kronologi kejadian pesawat mengalami bird strike.

Kejadian bermula saat Pesawat Lion Air bernomor JT 800 terbang menuju Makassar dari Bandara Juanda, Surabaya pada Rabu 18 Mei 2022 pukul 16.20 WIB.

"Lion Air penerbangan JT-800 telah dipersiapkan secara tepat. Sebelum keberangkatan, pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHR dinyatakan layak dan aman dioperasikan melalui pengecekan awal (pre flight check)," kata Danang dalam keterangan resmi yang diterima Newscast.id, Kamis, 19 Mei 2022.

Baca juga
Viral Aksi Petugas Lempar Barang Penumpang dari Pesawat Lion Air

Saat itu pesawat Lion Air membawa 7 kru dan 222 penumpang. Saat lepas landas, pesawat dalam kondisi normal.

"Berkisar 15 menit, ada indikator di kokpit yang menunjukan indikasi tidak sesuai dengan yang semestinya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali. Pilot memutuskan kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda (return to base/ RTB)," jelas Danang.

"Pesawat mendarat secara normal. Setelah pesawat parkir dengan sempurna pada tempatnya, seluruh penumpang diarahkan ke ruang tunggu," lanjut dia.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bagian depanpesawat sebelah kanan mengalami bird strike. "Saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendetail," ujarnya.

Lion Air kemudian mempersiapkan penerbangan dengan pesawat pengganti yakni Boeing 737-900ER registrasi PK-LGQ. Pesawat berangkat pukul 20.13 WIB dan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.19 Wita.

"Insiden bird strike akan terus dipelajari dalam operasional penerbangan, dinilai sangat perlu dikembangkan untuk mengantisipasi gangguan burung di sekitar wilayah penerbangan, sebagai keseriusan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan," kata Danang.

 

Artikel lainnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait