Viral Kasus KDRT Putri Balqis di Depok, Ini Fakta dan Permasalahannya

  • Arry
  • 26 Mei 2023 13:31
Kasus KDRT Putri Balqis di Depok(ist/ist)

4. Keluarga Putri Balqis tolak Restorative Justice

Ayah Balqis, Noviansyah Siregar, menyebut sempat ada permohonan restorative justice (RJ) atau perdamaian di luar proses hukum dari pihak menantunya. Namun permohonan Bani Bayumi ditolak.

"Ada rencana RJ perdamaian dari pihak sana (Bani). Pihak pengacara menyampaikan ke kita. Karena saya pikir kejadian ini (KDRT) selalu berulang-ulang, saya tolak," kata Noviansyah.

"Begitu saya tolak, saya tanya ke pengacara saya, gimana kita harus perlu hadir? enggak perlu hadir enggak apa-apa. Ya sudah kita tidak hadir dong. Karena tidak ada kesepakatan dari kita," ujar Noviansyah yang menjelaskan sesudah itu Balqis ditahan polisi karena alasan tak kooperatif.

5. Soal viral foto Putri Balqis wajahnya lebam

Kasus KDRT Putri Balqis dan suaminya Bani Bayumi ini virral usai beredar foto wajah lebam Balqis di media sosial. Foto tersebut ternyata diviralkan oleh adil Balqis, Sahara Hanum.

Belakangan foto ini dibantah polisi. Sebab, saat melaporkan kasus KDRT, kondisi Balqis tidak seperti yang viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Depok AKBP Yogen Heroes menjelaskan, foto tersebut diambil pada 2016. Saat itu Balqis juga menjadi korban KDRT. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi sebelum akhirnya berdamai.

"Foto-foto itu ada foto-foto yang diterima oleh Ibu Putri di tahun sekitar 2016 atau 2014 ya, di situ karena pernah dilakukan KDRT juga katanya," kata Yogen.

"Katanya jua sudah pernah lapor dan kemudian tidak dilanjutkan laporannya karena ada mediasi dan Bu Putri menerima perdamaian," lanjutnya.

6. Pernah laporkan KDRT tapi sepakat damai demi anak

Polres depok menyatakan, kasus KDRT Putri Balqis ini pernah dilaporkan pada 2014 atau 2016. Saat itu Balqis melaporkan suaminya, Bani Bayumi.

"Foto-foto itu adalah foto-foto yang diterima oleh ibu Putri di tahun sekitar 2016 atau 2014 ya di situ. Karena pernah dilakukan KDRT juga, katanya," kata Yogen.

"Katanya juga sudah pernah lapor dan kemudian tidak dilanjutkan laporannya karena ada mediasi dan Bu Putri menerima perdamaian," ujarnya.

"Dan memang kenapa waktu itu saya tanya kenapa harus damai. Bu Putri bilang menyatakan bahwa waktu itu berpikir tentang anak-anak," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait