Cuaca Terik Sepekan, Indonesia Diterjang Gelombang Panas? Ini Jawaban BMKG

  • Arry
  • 9 Mei 2022 11:48
Cuaca panas terik matahari(ist/ist)

Cuaca di sejumlah wilayah Indonesia terik pada awal Mei 2022. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat suhu udara bisa mencapai 36,1 derajat Celcius.

Cuaca terik ini terjadi pada periode 1-7 Mei 2022. Suhu tertinggi yakni 36,1 derajat Celcius terjadi di wilayah Tangerang, Banten; dan Kalimarau, Kalimantan Utara.

Masyarakat menduga, teriknya cuaca ini disebabkan adanya gelombang panas. Fenomena ini ini tengah melanda wilayah India.

BMKG menjelaskan terjadinya fenomena cuaca yang sangat terik di Indonesia akhir-akhir ini. Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kondisi ini bisa terjadi hingga pertengahan Mei 2022.

“Kewaspadaan kondisi suhu panas terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei,” kata Guswanto dalam keterangannya, Senin, 9 Mei 2022.

Guswanto menjelaskan, fenomena suhu terik di siang hari dipicu beberapa hal. Pertama, posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, dimana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang.

“Sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi,” kata dia.

Kedua, dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

Guswanto pun menyatakan, fenomena cuaca terik di Indonesia bukan karena adanya Gelombang Panas.

“Menurut WMO (World Meteorological Organization), Gelombang Panas atau Heatwave merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat Celcius atau lebih,” kata dia.

Menurut Guswanto, gelombang panas biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

“Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian,” ujarnya.

BMKG pun mengimbau kepda masyarakat menjaga kondisi stamina tubuh. Selain itu juga menjaga cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.

“Juga kepada warga yang akan melaksanakan perjalanan mudik atau mudik balik supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya,” ujarnya.

 

Artikel lainnya

Berita Terkait