Viral perbedaan jalan di perbatasan Banten-Jabar: tanah merah vs aspal hitam
- Arry
- 14 Januari 2026 10:40
Newscast.id - Viral video penampakan perbedaan kondisi jalan di perbatasan Banten dan Jawa Barat. Di sana terlihat jelas, jalanan di Banten masih berupa tanah merah, sedangkan di Jawa Barat sudah beraspal.
Perbatasan dua provinsi itu terlihat di Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebak. Banten. Video direkam Muhammad Zaenudin (26 tahun), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak, Kabupaten Banten, pada 8 Januari 2026.
"Saya selaku warga yang sehari-hari melintasi jalanan utama merasa resah melihat perbedaan infrastruktur itu," ujar Zaenudin, Senin, 12 Januari 2026.
"Itu kan perlintasan antara dua provinsi. Di wilayah Banten sudah ada pengerjaan jalan tapi cuma sekitar 400 meter saja, tidak sampai tembus ke sana (perbatasan dengan Jabar)," ujar Zaenudin.
Kondisi perbedaan jalanan di Jawa Barat dan Banten: jalan aspal vs jalan tanah merah (dok: Muhammad Zaenudin)
Video ini pun direspons Gubernur Banten, Andra Soni. Menurutnya, dia terus berupaya merealisasikan janji untuk melakukan pengerasan jalan yang masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Menurutnya, pengerasan jalan dilakukan dengan menyesuaikan status kawasan. Selain itu juga dengan melihat kondisi warga yang saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara).
“Kalau soal jalannya itu janji kami. Cuma kemarin kami harus muter jalannya karena ada pengerjaan dari wilayah Kabupaten Bogor,” kata Andra kepada awak media, Selasa, 13 Januari.
Menurut Andra, anggaran pengerasan jalan di lokasi viral itu mencapai Rp400 juta. Dana bersumber dari anggaran perubahan tahun 2025. Selain itu, pihaknya juga sudah berencana menambah anggaran untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 1,3 kilometer.
“Tahun lalu sudah mulai (pengerasan), tapi berhubung ada kelangkaan material kemarin. Tahun ini diteruskan pengerasan jalannya. Jadi jalan ini dikerasin sampai betul-betul siap dibangun, ada tahapannya,” ujar Andra.
Artikel lainnya: Rekomendasi 7 kedai sate kambing di Solo, nikmatnya autentik