Perajin tahu-tempe di desa mulai terdampak dolar AS, ini kata Purbaya
- Arry
- 7 Juni 2026 15:00
Newscast.id - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sudah membawa dampak bagi perajin tahu dan tempe di desa. Hal ini membuat mereka terpaksa menaikkan harga lantaran kenaikan biaya produksi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal keluhan pedagang tahu dan tempe. Dia berjanji pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat, termasuk memperkuat nilai tukar rupiah.
"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka," kata Purbaya dalam keterangan pers di Jakarta pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Baca juga
Rupiah melemah, Prabowo: rakyat desa nggak pakai dolar kok
"Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga, jadi ada yang beli. Terus yang kedua kalau rupiahnya menguat kan otomatis cost of production mereka turun," kata Purbaya.
Namun Purbaya belum mengetahui kapan kondisi tersebut membaik. Menurutnya hal itu bergantung pada keberhasilan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengendalikan nilai tukar. Namun, ia optimis hasilnya bisa terlihat lebih cepat.
"Tergantung keberhasilan kita mengendalikan nilai tukar, tapi saya rasa akan berhasil dengan kerja sama yang erat antara fiskal dan moneter," ujarnya.
"Nanti gua bilang Juni ribut tapi kalo kebijakan sinkron seperti ini akan cepat," tuturnya.
Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sudah menyentuh Rp18.036 hingga penutupan perdagangan, Jumat, 5 Juni.
Artikel lainnya: KAI tebar diskon tiket kereta 30% saat liburan sekolah, ini jadwal dan syaratnya