Indonesia segera miliki kapal induk Giuseppe Garibaldi, ini kecanggihannya

  • Arry
  • 17 Juli 2026 18:29
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi(seaforce/seaforce)

Newscast.id - Indonesia segera memiliki kapal induk pertama yang dinamakan Giuseppe Garibaldi. Kapal induk ini merupakan hibah dari Italia dan rencananya akan disandarkan di Lampung.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pembangunan infrastruktur di Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung.

"Terkait fasilitas labuh dan fasilitas sandar Garibaldi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir Garibaldi. Hingga saat ini, pembangunan fasilitas terus berjalan, sehingga harapannya sebelum Garibaldi tiba di Indonesia, seluruh fasilitas sudah siap dan terdukung," kata Tunggul dalam keterangannya.

Kapal induk ini rencananya tiba di Indonesia pada Oktober 2026. Nantinya, kapal ini akan memperkuat pertahanan militer atau TNI Angkatan Laut Tanah Air.

Baca juga
Daftar alutsista yang diserahkan Prabowo ke TNI: Jet Rafale hingga Falcon 8X

Bagaimana kecanggihan kapal induk Giuseppe Garibaldi?

Mengutip berbagai sumber, MCS (Main Continet Ship) Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk asal Italia.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal dek pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia. Kabarnya, kapal ini sedang melakukan upgrade besar di Taranto, Italia, sebelum diserahkan ke angkatan laut Indonesia.

Giuseppe Garibaldi dirancang dengan kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL). Meski fitur ini membatasi jenis pesawat yang bisa dibawa, Garibaldi tetap mampu mengangkut berbagai helikopter untuk misi serbu.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.

Kapal ini juga mampu menampung kru yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan.

Kapal ini memilih sistem penggerak konfigurasi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang dibagi dalam dua ruang mesin terpisah demi faktor keselamatan. Mesin ini terdiri dari:

  • 4 Turbin GAS General Electric/Avio LM2500: Menghasilkan daya total hingga 82.000 shp untuk memutar dua poros baling-baling, mampu membawa kapal melaju hingga kecepatan 30 knot dengan jangkauan operasional sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.
  • 6 Generator Mesin Diesel Grand Motori Trieste B230/12: Digunakan untuk memasok kebutuhan listrik cadangan dan operasional seluruh sistem radar, navigasi, serta instrumen kapal melalui konsol terintegrasi SEPA 7614.

Persenjataan dan sensor

Giuseppe Garibadli memiliki sistem pertahanan diri yang sangat kuat jika dibandingkan dengan kapal induk standar milik Angkatan Laut AS. Sistem persenjataan dan sensor yang dimiliki kapal ini di antaranya:

  • Pertahanan udara: Dilengkapi dengan 2 peluncur rudal delapan sel Selenia "Albatros" yang menampung total 48 rudal Aspide untuk menangkal ancaman udara jarak menengah.
  • Anti-kapal permukaan: Awalnya dipasang 8 peluncur rudal anti-kapal OTOMAT MK-2 di bagian buritan, tapi dilepas pada tahun 2003 untuk memperluas geladak penerbangan.
  • Sistem pertahanan titik (CIWS): Memiliki 3 meriam ganda Breda 40mm/70 yang terintegrasi dengan sistem pertahanan Dardo untuk merontokkan rudal yang lolos dari pertahanan utama, dengan jangkauan tembak hingga 4 km terhadap sasaran udara.
  • Sistem anti-kapal selam: Dipasang 2 tabung peluncur torpedo tiga laras jenis ILAS-3 (kaliber 324mm) yang menggunakan torpedo ringan Mk 46 atau A-244.

Artikel lainnya: Viral Croissant 'Berambut', Apakah halal menurut Fatwa MUI?

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan