276 Siswa dan orang tua di Batang Jateng dilarikan ke RS usai konsumsi menu MBG

  • Arry
  • 24 September 2026 12:52
Persiapan MBG di dapur MBG(badan gizi nasional/bgn.go.id)

Newscast.id - Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Mereka pun menjalani perawatan di empat layanan kesehatan.

Wakil Bupati Batang, Suyono, menyatakan, penanganan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang.

"Kita berikan layanan di sejumlah tempat layanan kesehatan, seperti Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang," kata Wakil Bupati Batang, Suyono, di RSUD Kalisari, Rabu, 23 September 2026 malam.

"Update jam 20.38 WIB, total 276 (orang) yang terdampak di Bawang. Jadi perkembangan nantinya kita tunggu, saat ini kita perhatian bersama," lanjut Suyono.

Baca juga
Kepala SPPG Jati Karanganyar keracunan usai cicipi menu MBG yang diolah dapurnya

"Kita tunggu bersama, sambil menunggu hasil lab. Tadi saya sudah telepon Dinas Kesehatan agar mengambil sampel," tuturnya.

Suyono menjelaskan, kasus ini dialami warga usai beberapa jam menyantap menu MBG yang dibagikan pada Selasa, 22 September pukul 11.00 WIB. Gejala mulai dirasakan pada siang hingga sore hari.

"Yang anak sekolah makan jam 11.00 WIB, tapi terasanya sore, jam 01.00 (13.00 WIB) atau jam 02.00 (14.00 WIB)," ujarnya.

Korban keracunan tak hanya dialami para siswa sekolah, sejumlah orang tua murid juga mengalami keluhan setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka. Mereka mengeluhkan mual dan pusing.

Suyono mengatakan, dugaan awal keracunan makanan ini berasal dari menu telur MBG. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Baca juga
Malunya Kepala Dapur MBG ketahuan lagi BAB saat Zoom Meeting, kini lapor polisi

"Telur, makan telur, rasanya beda. Setelahnya menjadi mual. Tadi saya tanya pusing dan mual," katanya.

Untuk diketahui, 276 orang itu diketahui menerima MBG dari SPPG atau dapur MBG yang sama. Dapur tersebut melayani 11 titik penerima manfaat di Kecamatan Bawang dengan total 2.700 penerima manfaat.

Para penerima manfaat dari dapur MBG tersebut adalah TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

SPPG dihentikan sementara

Suyono menjelaskan, saat ini pihak SPPG yang menyediakan MBG untuk warga dihentikan sementara operasionalnya. Pemerintah akan memanggil koordinator wilayah dan pengelola dapur untuk dimintai keterangan serta pertanggungjawaban.

"Ya diberhentikan sementara ini SPPG yang itu. Yang bersangkutan berhenti," tegasnya.

"Ini rawan sekali. Sekali lagi, yang mempunyai SPBG, hati-hati. SOP dipegang teguh, jangan sampai menimbulkan keracunan berikutnya yang bahkan bisa mengancam nyawa manusia," kata dia menegaskan.

"Sekali lagi ini menjadi keprihatinan kita bersama. Semoga kejadian ini menjadi kejadian yang terakhir," katanya.

Artikel lainnya: Daftar 5 sup terbaik di dunia 2026, Soto Betawi ranking 3!

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan