Horor Saat Pesawat Malaysia Airlines Menukik Tajam 2,1 Km

  • Arry
  • 7 April 2022 09:45
Malaysia Airlines(@obtjk/unsplash)

Pengalaman mengerikan dialami penumpang Malaysia Airlines MH2664. Pesawat tiba-tiba menukik tajam sejauh 7.000 kaki atau sekitar 2,133 kilometer. Beruntung pesawat masih bisa dikendalikan dan kembali ke bandara dengan selamat.

Kejadian horor ini diceritakan salah satu penumpang pesawat tersebut, Halimah Nasoh, di akun Facebook pribadinya.

Peristiwa horor ini bermula saat pesawat Boeing 737-800 take-off dari Bandara International Kuala Lumpur pada Minggu, 3 April 2022 pukul 14.30 waktu setempat. Pesawat menuju Tawau.

Sekitar 30 menit mengudara, pesawat tiba-tiba menukik tajam.

Baca Juga
Video Detik-detik Mengerikan Pesawat Eastern Airline Jatuh di Pegunungan China

Menurut aplikasi Flight Radar yang ada di ponsel Halimah, pesawat awalnya berada pada ketinggian 31.000 kaki (sekitar 9.448 meter) dan kemudian menukik hingga ketinggian 24.000 kaki (sekitar 7.315 meter).

Saat pesawat menukik tajam, Halimah mengaku dirinya dan penumpang lain seperti mengambang dari tempat duduk. Sabuk pengaman yang dikenakan sampai terlepas.

"Ketika ini terjadi, beberapa penumpang berteriak dan menangis," kata Halimah seperti dikutip dariAsiaOne.

Baca Juga
Kronologi Jatuhnya Pesawat China Eastern Airline, Bagaimana Nasib 132 Penumpang

“Pesawat tidak stabil selama sekitar 10 menit dan kembali menukik, tetapi tidak separah penurunan pertama,” tambah dia.

"Penerbangannya tidak stabil. Itu naik dan kemudian turun. Tapi, pertama kali turun adalah yang terburuk," ujarnya.

Beruntung tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Pilot berhasil menguasai pesawat dan memutuskan kembali ke Kuala Lumpur.

Peristiwa horor ini sudah diusut pihak maskapai Malaysia Airlines.

"Penerbangan MH2664 dari Kuala Lumpur ke Tawau pada 3 April melakukan penerbangan balik karena masalah teknis pesawat, ditambah cuaca buruk dalam perjalanan," kata Malaysia Airlines dalam sebuah pernyataan.

Sementara Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia atau CAAM menyatakan akan meninjau sistem pemantauan data penerbangan internal Malaysia Airlines.

"Data awal telah menunjukkan tanggapan yang benar oleh kru operasi setelah masalah di atas kapal," kata CEO CAAM Datuk Chester Voo.

 

Artikel lainnya

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan