Sudah 4 Pilot TNI AU Gugur Saat Terbangkan T50i Golden Eagle

  • Arry
  • 20 Juli 2022 07:54
Pesawat Latih T-50i Golden Eagle (ist/ist)

Gugurnya Lettu Penerbang Allan Safitra Indra Wahyudi menambah panjang deretan pilot TNI AU yang gugur saat menerbangkan pesawat latih jet supersonik T50i Golden Eagle.

Lettu Pnb Allan gugur usai pesawat T50i Golden Eagle yang diterbangkannya jatuh di Blora, Jawa Tengah, pada Senin, 19 Juli 2022.

Saat itu Lettu Pnb Allan tengah menjalankan misi latihan tengah malam atau tactical night intercept dengan menerbangkan pesawat buatan Korea Aerospace Industry (KAI)-Lockheed Martin.

Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kapten Sus Yudha Pramono mengatakan, pesawat T50i yang dipiloti Allan hilang kontak setelah lepas landas dari Lanud Iswahjudi, sekitar pukul 18.24 WIB.

“Lost contact sekitar 19.25 WIB,” kata Yudha.

Baca juga
Pesawat Latih T-50i Golden Eagle Jatuh di Blora, Nasib Pilot Belum Diketahui

Allan adalah perwira penerbang lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2015 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 2017. “Kepergiannya meninggalkan seorang istri yang baru dinikahi pada 2021 lalu,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsma Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan tertulis.

Sebelum insiden Allan, insiden pesawat T50i Golden Eagle juga sudah pernah terjadi. Sebanyak dua pesawat jatuh dan menewaskan tiga orang.

Insiden pertama terjadi saat pesawat T50i Golden Eagle yang diterbangkan Letkol Pnb Marda Sarjono dan Kapten Pnb Dwi Cahyadi jatuh saat tengah melakukan atraksi dalam Gebyar Dirgantara di Bandar Udara Adisutjipto. Peristiwa itu terjadi pada 20 Desember 2015.

Akibat insiden itu, Letkol Marda dan Kapten Dwi Cahyadi meninggal dunia. Kegiatan Gebyar Dirgantara pun langsung dihentikan.

Baca juga
Pesawat T50i Golden Eagle Jatuh Saat Misi Night Tactical Intercept, Ini Kronologinya

Peristiwa ini pun mengundang banyak pertanyaan. Sebab, usia pesawat tergolong masih muda. Pesawat yang jatuh itu baru dibeli dari Korea pada 2013.

Peristiwa kedua terjadi pada 10 Agustus 2020. Saat itu pesawat T50i yang dipiloti Mayor Pnb Luluk Teguh Prabowo tergelincir di Lanud Iswahjudi.

Mayor Luluk ketika itu tengah menjalani latihan dengan Letda Pnb Muhammad Zacky. Dia bertindak sebagai instruktur, sedangkan Zacky adalah siswa.

Keduanya mengalami kecelakaan saat melaksanakan latihan rutin di Lanud Iswahjudi. Jet latih tempur itu gagal take-off dan pesawat tergelincir di bandara.

Luluk sempat mendapatkan perawatan di Yogyakarta. Namun dia kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. Dan pada 2 September 2020, Luluk mengembuskan napas terakhirnya.

 

Artikel lainnya

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan