Viral Pertanyaan Rendang Punya Agama, Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

  • Arry
  • 19 Jun 2022 17:50
Ustaz Adi Hidayat(@adihidayatofficial/youtube)

Kehadiran restoran Padang dengan menu berbahan babi menimbulkan polemik. Kini muncul pernyataan soal sejak kapan rendang memiliki agama.

Ustaz Adi Hidayat menanggapi soal adanya pertanyaan rendang punya agama. Menurutnya, hal itu terjadi sejak batik, calung, dan angklung punya kewarganegaraan.

"Ada pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, maka dijawab, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan," kata Ustaz Adi Hidayat lewat channel youtube resminya dikutip pada Ahad, 19 Juni 2022.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan soal pernyataannya itu. Menurutnya, batik selama ini kental menjadi budaya Indonesia. Namun, jika diklaim oleh negara lain, tentu hal tersebut tidak dapat diterima.

Baca juga
Viral Restoran Padang Babi di Kelapa Gading, Wagub Ariza: Harusnya Resto Padang Halal

"Kalau batik diklaim sama Malaysia mau tidak? tidak, orang Indonesia akan mengatakan batik itu budaya Indonesia, sudah melekat karena itu tidak ingin diklaim oleh negara-negara lain," jelasnya.

"Pertanyaannya sejak kapan batik punya kewarganegaraan? Kan sama saja, artinya itu adalah pertanyaan yang tidak berfaedah karena itu sudah menjadi budaya yang melekat," sambungnya.

"Dalam kaidah ushul fiqh dikatakan al adatu muhakkamah kalau sudah melekat, sudah baik dikenal dengan itu maka jadi hukum, kalau sudah jadi hukum maka dikenal oleh masyarakat, kalau berbeda dengan itu maka akan ada sesuatu yang nyeleneh menyimpang," ujarnya.

Baca juga
Babi Haram dalam Islam, Kenapa Diciptakan?

UAH pun menjelaskan, bahwa Minang memiliki falsafah yang erat kaitannya dengan Islam.

“Rendang itu produk masyarakat minang, budaya di minang falsafahnya berbunyi adat bersanding syarah, syarah bersanding kitabullah karena itu setiap yang keluar dari minang lekat dengan syariat walaupun produk makanan,” ujar UAH.

“Jadi jangan tanyakan tentang agamanya, kalau bertanya tentang agama pada makanan itu pertanyaan kurang kerjaan,” ujar UAH.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait