Misteri Malam Lailatul Qadar, Ini Penjelasan Gus Baha

  • Arry
  • 10 Apr 2023 17:59
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar(@noumanyounas/unsplash)

Malam Lailatul Qadar adalah satu malam yang terjadi pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Malam ini disebut lebih baik dibanding 1.000 bulan. Kapan Lailatul Qadar terjadi masih misteri.

KH Bahauddin Nur Salim atau yang akrab disapa Gus Baha menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar. Menurut Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu, Lailatul Qadar itu merupakan jawaban Allah terhadap keresahan yang sebelumnya menimpa Nabi Muhammad SAW.

Meski demikian, penentuan kapan malam Lailatul Qadar terjadi, banyak perbedaan pendapat dari para ulama.

“Nuzulul Qur’an itu malam (tanggal) 17 (Ramadhan). Jadi kalau itu memang disepakati ulama, berarti itu sudah selesai. Jadi tak usah dicari. Tapi kamu ya jangan bilang begitu. Bagaimanapun, menurut Nabi, disuruh mencari di 10 akhir (Ramadhan). Tapi ada ulama yang menduga 10 + 10, berarti mulai tanggal 11,” kata Gus Baha dikutip dari laman NU Online, Senin, 10 April 2023.

Gus Baha menjelaskan, jika dibandingkan, Nuzulul Quran itu sudah pasti terjadi pada 17 Ramadan. Karena hal tersebut sudah merupakan kesepakatan ulama.

“Tapi keyakinan saya, ya. Keyakinan saya, yang penting dicari, tapi yakin dapat saja. Yang penting dicari, tapi yang penting yakin dapat,” jelas Gus Baha.

Menurut Gus Baha, untuk menghargai Al-Qur’an dan Hadits, kita mesti mengambil yang tengah-tengah. Dalam Al-Qur’an, petunjuk itu tak disertai tanggal. Hal ini sesuai dengan Surat Al Baqarah ayat 185, yang artinya:

"Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an…” (QS. Al-Baqarah: 185).

Baca juga
Ini Keistimewaan dan Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

Menurutnya, ayat tersebut masih bermakna umum, bukan tanggal tertentu. Jadi tak heran jika ada ulama yang berpendapat Lailatul Qadar dumulai sejak tanggal 1 Ramadan.

“Kalau kamu mencari sungguh-sungguh mulai tanggal 21 (Ramadhan), kata malaikat: ‘Lho, kok baru mencari sekarang?’ Berarti dianggap pemula, kan? Makanya tak dapat, perkaranya pemula. ‘Lho, kok baru mencari?’ Jadi yang lain sudah mulai, sudah waktunya dapat, kamu baru mencari,” ujarnya kepada para santri.

“Saya itu sudah start mulai tanggal 1 (Ramadhan). Saya baca Arbain Nawawi khatam. Baca Al-Qur’an juga khatam. Kemarin tanggal 17 (Ramadhan) sudah saya doain. Jadi potensi dapat saya lebih tinggi. Kalau kamu baru mulai tadi, kan? Berarti tak begitu sungguhan, karena baru mulai. Jadi, diumumkan tanggal 1 Ramadhan kamu tidur, pas tanggal 20 (baru) sungguh-sungguh. Berarti ibarat balapan kan sudah kalah banyak,” kelakar Gus Baha.

Gus Baha menjelaskan, hadits mengenai Lailatul Qadar itu menampilkan pesan bahwa Nabi Muhammad SAW bersungguh-sungguh di sepuluh akhir. Yang seharusnya digaribawahi adalah kesungguhannya itu, bukan pencariannya. Tak ada hadits yang mengharuskan kita mencari Lailatul Qadar tanggal 21 Ramadan.

“Tapi tetap yang tadi ya. Keyakinan saya, berkah luasnya Rahmat Allah, semoga yang penting selagi umat Nabi. Yang ketika itu tak maksiat, pokoknya meski saleh-saleh biasa begini, saleh ‘kelas ringan’, yang penting tidak maksiat, itu tetap mendapat Lailatul Qadar,” ujarnya.

Artikel lainnya: Survei LSI: Elektabilitas PDIP dan Ganjar Anjlok Usai Tolak Israel di Piala Dunia U20

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait