Ke Mana Perginya Jutaan Kerikil Usai Jemaah Haji Melempar Jumroh?

  • Arry
  • 3 Jul 2023 06:44
Ritual lempar jumroh saat pelaksanaan ibadah haji(kementerian agama/kemenag.go.id)

Lempar jumroh adalah salah satu ritual yang dilakukan saat ibadah haji. Kegiatan ini dilakukan dengan melempar sejumlah batu kerikil kecil ke pilar yang berada di Mina.

Ritual ini awalnya dilakukan pada masa Nabi Ibrahim AS. Saat itu, Nabi Ibrahim AS melakukan pelemparan batu di Mina karena dihalang-halangi iblis saat hendak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Ritual lempar jumroh ini dilakukan tiga kali yakni jumrah ula [pertama] atau jumrah sughra, jumrah wustha [tengah], dan jumrah 'aqabah [terakhir].

Ritual lempar jumroh ini kemudian berlanjut hingga masa Nabi Muhammad SAW. Dan tradisi tersebut berlanjut hingga saat ini.

Adapun batu yang digunakan untuk melempar jumroh itu ukurannya sebesar biji asam dan tidak runcing. Sebab, para ulama Fiqih menyatakan ukuran batu untuk lempar jumroh lebih besar dari humus (kacang Arab) tapi lebih kecil dari kacang bunduk kenari atau sebesar ruas jari kelingking.

Banyak yang mempertanyakan, ke mana jutaan batu kerikil yang telah dilempar para jemaah usai pelaksanaan ibadah haji?

Kepada Saudi Press Agency (SPA), karyawan perusahaan Kedana E. Ahmed Al-Subhi mengungkapkan, proses penanganan lemparan batu sudah dimulai pada hari pertama, kedua, ketiga hingga jamaah haji menyelesaikan ritual lempar jumroh.

Ritual pelemparan jumroh ini dilakukan di area fasilitas Jamarat. Ada tiga pilar pipih yang menjadi sasaran untuk dilempari batu kerikil.

Pilar-pilar elips yang menjadi sasaran pelemparan jumroh itu sebenarnya mirip sebagai corong. Ada lubang di bawahnya untuk mengalirkan kerikil ke dasar pilar yang memiliki kedalaman hingga 15 meter.

Setelah ritual lempar jumroh selesai, batu-batu tersebut dikumpulkan dan kemudian dilakukan proses pengayakan dan penyemprotan dengan air untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel. Setelah batu bersih, akan dipindahkan dan disimpan di sebuah lokasi.

Kerikil-kerikil tersebut pun akan kembali disebar di saat musim haji berikutnya di daerah Muzdalifah untuk digunakan para jemaah haji.

Al-Subhi menyatakan pihaknya menyediakan berton-ton kerikil untuk digunakan para jemaah haji. Melansir Saudi Gazette, ada organisasi yang berinisiatif membagikan puluhan ribu kantong kerikil kepada para jemaah.

Hal ini dilakukan untuk meringankan beban jemaah selama melakukan ritual ibadah haji.

Artikel lainnya: 20 Simpang Jalan di Jakarta Dipasang Teknologi AI, Lampu Hijau Bisa Nyala Lebih Lama

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait