Diduga Sindir Zakat dan Sholat Umat Islam, Pendeta Gilbert Datangi JK dan Minta Maaf

  • Arry
  • 16 Apr 2024 10:47
Pendeta Gilbert Lumoindong(ist/ist)

Pendeta Gilbert Lumoindong mendatangi mantan Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masid Indonesia, Jusuf Kalla. Hal ini terkait dengan khotbahnya yang dinilai menyinggung soal zakat dan sholat yang dilakukan umat Islam.

Untuk diketahui sebuah potongan video yang memperlihatkan pendeta Gilbert viral di media sosial. Dalam ceramahnya, dia membandingkan zakat umat Islam yang sebesar 2,5 persen dengan Kristen perpuluhan.

"Saya Islam diajari bersih sebelum sembahyang, cuci semuanya. Saya bilang, lu 2,5 (persen) gua 10 persen, bukan berarti gua jorok, disucikan oleh darah Yesus," kata Gilbert dalam ceramah tersebut.

Pendeta Gilbert juga menyatakan, zakat 10 persen di Kristen membuat umatnya tidak perlu repot beribadah lainnya. Sementara umat Islam harus sholat karena zakatnya hanya 2,5 persen.

"Yang paling berat terakhirnya mesti lipat kaki, enggak semua orang bisa," kata Pendeta Gilbert yang menyinggung soal gerakan tahiyat dalam sholat.

Potongan video ini pun mendapat kecaman dari berbagai pihak. Usai viral, Pendeta Gilbert kemudian mendatangi Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan pada Senin, 15 April 2024.

Usai bertemu JK, Pendeta Gilbert menyampaikan permintaan maaf. Dia pun menilai, video yang viral itu tidak ditampilkan secara utuhh.

"Dengan segala kerendahan hati meminta maaf karena kegaduhan yang ada," kata Gilbert.

"Penjelasan yang lengkap sebetulnya itu sebagai oto kritik umat Kristiani di mana saya bilang bahwa ibadahnya orang Muslim misalnya cukup setengah mati," jelas dia.

"Kenapa setengah mati? Karena berat, sehari lima kali. Kita orang Kristen seminggu sekali, udah itu seminggu sekalinya juga duduknya santai-santai," imbuhnya.

Pendeta Gilbert pun menegaskan, ceramah yang dia sampaikan bukan untuk khalayak umum. Namun untuk internal jemaatnya.

"Tetapi karena jemaat kita ada dua; ada jemaat gereja, ada jemaat online. Jadi otomatis ada di YouTube kami. Tetapi itu jelas ada tulisan ibadah Minggu. Jadi karena itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk umum," tutur dia.

Sementara itu Jusuf Kalla menilai, ceramah yang disampaikan Pendeta Gilbert yang viral di media sosial tidak bermaksud menista agama Islam. Dia menilai ada upaya editing terhadap isi ceramah tersebut.

"Jadi bagi seluruh umat islam yang sudah melihat video itu, jangan dilihat video itu sebagai, hanya itu saja. Tapi sebenarnya itu ada latar belakangnya, dan ada editan yang kalau di itu cukup berbahaya," tutur dia.

"Mari kita memaafkan karena tadi sudah minta maaf," sambungnya.

Artikel lainnya: Siomai Indonesia Terpilih Menjadi Pangsit Terenak di Dunia, Kalahkan Gyoza Jepang

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait