Disebut Terlibat Pembunuhan Vina, Satria Anak Eks Wabup Cirebon Muncul ke Publik

  • Arry
  • 27 Mei 2024 12:48
Istri Satria, Fatimah Az-Zahra (paling kiri), Ramadhani Purwadi Sastra (tengah), Satria Robi Saputra (paling kanan) buka suara soal kasus pembunuhan Vina Cirebon(ist/ist)

Nama Satria Robi Saputra sempat dikaitkan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon. Putra sulung mantan Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih itu pun kini muncul ke publik.

Satria Robi diduga terlibat lantaran pada 2016 dia sempat meghilang usai kasus pembunuhan Vina terjadi. Satria membantah dirinya menghiulang lantaran tengah diburu polisi atau masuk daftar buronan.

Menurutnya, saat itu dia sedang cuti kuliah. Satria yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Kedungjaya, Kabupaten Cirebon, mengaku tengah mempersiapkan pernikahan dengan istrinya, Fatimah Az-Zahra.

"Saya perjelas pada tahun 2016 saya dengan istri menikah di bulan November. Jadi saya memang mengambil cuti kuliah, bukan dikaitkan dengan pelarian DPO kasus almarhum Vina dan Eky," ujar Satria di Jakarta Timur, Minggu, 26 Mei 2024.

Baca juga
3 Tersangka Pembunuh Vina Cirebon Masih Buron, Polisi Ungkap Ciri-cirinya

Menurutnya, tuduhan dia kabur dari kasus tersebut adalah tidak berdasar dan hanya sebatas cocoklogi saja. "Jadi ada yang bilang jangan-jangan kabur dan sebagainya," kata Satria.

Dalam kesempatan itu, Satria juga membantah adiknya yang bernama Dani atau Ramadhani Purwadi Sastra masuk dalam DPO polisi. Menurutnya, saat peristiwa itu terjadi, adiknya masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Secara panggilan sebetulnya Rama, bukan Dani. Itu (Dani) kan merupakan salah satu dari tiga DPO yang dirilis Polda Jawa Barat. Rama pada tahun 2016 masih duduk di bangku SD," ujarnya.

Satria mengaku persoalan geng motor memang menjadi masalah di Cirebon sejak sebelum kasus Vina terbunuh. Bahkan hingga kini permasalahan tersebut belum juga terselesaikan.

Baca juga
Jadi Tersangka Pembunuhan Vina Cirebon Terakhir, Ini Peran Pegi Perong

"Saya sangat concern sekali terkait isu geng motor. Jadi bukan hanya tahun 2016 saja, tapi sampai dengan saat ini pun peristiwa geng motor masih terjadi di Cirebon," kata Satria.

"Sangat mengerikan. Setiap malam, terutama malam minggu kami memberdayakan perangkat Desa, Linmas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk berjaga-jaga," ujarnya.

"Setiap malam itu banyak kejadian-kejadian geng motor-geng motor, dan rata-rata memang pelaku-pelakunya anak-anak di bawah umur. Masih SMP, masih SMA, seperti itu," ujarnya.

Artikel lainnya: Kemenkes Ungkap Kenaikan Kasus Covid di Indonesia: 216 Positif, 44 Dirawat di ICU

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait