Newscast.id - Muncul isu tukar guling jabatan antara Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Hal ini menyusul mundurnya Juda dari jabatannya dan Thomas yang diusulkan sebagai pengganti.
Juda Agung resmi mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari 2026. Hal ini dikonfirmasi Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.
"Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal Januari 2026," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengakui pemerintah telah mengajukan tiga nama untuk mengisi kekosongan jabatan Deputi BI. Salah satunya adalah Thomas Djiwandono, yang juga adalah ponakan Presiden Prabowo Subianto.
"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy (Thomas) Djiwandono," ujar Prasetyo kepada wartawan, Senin, 19 Januari.
Baca juga
Ponakan Prabowo, Thomas Djiwandono diusulkan jadi calon Deputi Gubernur BI
Prasetyo menegaskan, Thomas bukan calon tunggal Deputi BI. Pemerintah menyodorkan dua nama lainnya untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Dua nama calon lainnya diungkap oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. Menurutnya, tiga nama yang disodorkan pemerinyah sebagai calon Deputi Gubernur BI, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
"Tiga-tiganya nanti kan kita rapatkan di Komisi XI keputusan politiknya karena itu adalah jabatan politis nanti kesepakatan politiknya seperti apa," ujar Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
"Tadi saya sudah minta kepada sekretariat Komisi IX menjadwalkan rapat internal untuk mengatur jadwal fit and proper Deputi Gubernur Bank Indonesia," kata Misbakhun.
Tukar guling?
Kini mencuat isu bakal terjadi tukar guling jabatan antara Thomas Djiwandono dan Juda Agung. Dua nama calon Deputi BI lainnya itu disebut hanya sebagai formalitas saja.
Soal skenario tukar guling ini diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia mengaku sudah mendengar kabar tersebut, meski belum ada keputusan resmi.
"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu," kata Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
"Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih. Kayaknya switch (tukar posisi) ya kelihatannya," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI bisa menjadi sarana pembelajaran di bidang moneter. Apalagi keponakan Presiden Prabowo itu sudah berkecimpung di sektor fiskal sejak dilantik sebagai Wamenkeu pada 18 Juli 2024 di era Presiden Joko Widodo.
Meski ada potensi tukar guling, Purbaya memastikan tidak akan mengganggu independensi BI.
"Enggak, itu satu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang nggak ada yang aneh. Kalau independensi nggak ada hubungannya. Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan, ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada, jadi BI independen kita," tegas Purbaya.
"Jadi BI independen. Kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter. Kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya. Walaupun sama-sama independen tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," imbuhnya.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun juga angkat bicara soal peluang Thomas Djiwandono menjabat Deputi Gubernur BI. Menurutnya, mantan Bendahara Partai Gerindra itu memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai.
"Secara pendidikan beliau punya kompetensi. Beliau punya pengalaman di birokrasi, karena dalam dua tahun terakhir ya, sudah menjadi Wamenkeu ia sangat mengetahui persoalan-persoalan ekonomi dan menurut saya, tidak ada yang perlu dipertanyakan soal kemampuan, kapasitas. Orangnya humble," katanya.
"Saya pikir, no any question kalau dari sisi personal yang selama ini saya kenal," pungkasnya.
Artikel lainnya: Gelar OTT di Pati, KPK tangkap Bupati Sudewo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News