Menteri Purbaya minta penerima LPDP yang hina RI kembalikan dana beasiswa dan bunga

  • Arry
  • 23 Feb 2026 19:29
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(kementerian keuangan/kemenkeu.go.id)

Newscast.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar penerima beasiswa LPDP yang menghinda Indonesia agar mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima. Mereka pun akan masuk daftar hitam lingkungan pemerintahan.

Kecaman ini dilontarkan Purbaya menanggapi pernyataan alumni LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas yang pamer anaknya menjadi WN Inggris. Suami influencer itu diketahui juga adalah penerima beasiswa LPDP yang belum menjalani kewajibannya.

Menurut Purbaya, pihak LPDP sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, dan yang bersangkutan pun menyatakan kesediaan untuk mengembalikan dana.

“Tadi sudah bicara dengan dia ke Dirut LPDP, tadi sudah bicara dengan suami terkait dan sepertinya dia sudah setuju untuk mengembalikan uang yang pakai LPDP, termasuk bunganya. Kalau uang saya taruh di bank ada bunga juga kan,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin, 23 Februari 2026.

Baca juga
Alumni LPDP akhirnya minta maaf usai pamer anak jadi WNA dan ucap 'Cukup Saya WNI'

Purbaya menegaskan, dana LPDP bersumber dari pajak masyarakat dan pembiayaan negara. Anggaran itu dialokasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebab itu, pemerintah tidak bisa membiarkan dana tersebut digunakan oleh pihak yang justru merendahkan negara.

"Saya harapkan teman-teman yang dapat LPDP, kalau nggak seneng , yang enggak (sama pemerintah), tapi jangan hina negara lah. Itu uang dari pajak dan sebagian utang untuk pastikan SDM kita tumbuh. Tapi kalo dipakai untuk hina negara, kita minta uang dan pajaknya," jelasnya.

Selain meminta agar alumni itu mengembalikan dana, lanjut Purbaya, pihaknya juga akan memberikan sanksi tambahan. Yakni mereka akan masuk dalam daftar hitam.

“Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan nggak akan bisa masuk, nanti akan kita kalian lihat blacklist-nya seperti apa. Jadi jangan menghina negara anda sendiri,” tegasnya.

Dwi Sasetyaningtyas pamer anak jadi WN Inggris >>> 

 

Polemik ini bermula saat Dwi Sasetyaningtyas pamer anaknya menjadi warga negara Inggris. Hal itu dia sampaikan dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @sasetyaningtyas.

Dalam video yang dia bagi, Dwi memperlihatkan tengah membuka sebuah paket. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

"Ini paket bukan sembarang paket. Isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku. Kita buka ya," ujarnya.

"Ini adalah surat dari Home Office Inggris, yang menyatakan anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," lanjutnya.

"I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

Dwi Sasetyaningtyas minta maaf >>> 

 

Alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, akhirnya minta maaf usai pamer anak jadi WN Inggris dan sebut, "cukup saya WNI" viral. Dia ungkap alasan tindakannya itu.

Melalui akun @sasetyaningtyas, dia menyatakan, pernyataan itu dia lontarkan dilatarbelakangi rasa kecewa. Namun, ia mengakui apa yang dia lakukan adalah salah.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," kata Dwi.

"Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," lanjutnya.

Berikut permintaan maaf lengkap Dwi Sasetyaningtyas:

Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan".

Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.

Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia.
Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik.

Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.

Saya sangat menghargai setiap kritik dan masukan yang telah disampaikan secara baik dan konstruktif, sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri, termasuk belajar berkomunikasi dengan lebih bijaksana, lebih jernih, dan lebih berempati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan.

Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati.
Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait