TNI-Polri Bentrok di Papua Gegara Rokok, Sanksi Menanti

  • Arry
  • 29 Nov 2021 16:52
Ilustrasi TNI Polri(ist/ist)

Personel TNI dari Satgas Nanggala Kopassus dan personel Polri dari Satgas Amole (Brimob) terlibat bentrok di Kabupaten Mimika, papua. Lima anggota Brimob terluka akibat bentrok tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 27 November 2021 sekitar pukul 18.08 WIT. Saat itu, sekitar 20 personel Kopassus mengeroyok anggota Brimob yang tengah berjaga. Mereka mengeroyok dengan menggunakan benda tumpul dan tajam.

"Korban di antaranya sebagai berikut: Bripka Risma, benjol terkena stik, Bripka Ramazana luka ringan, Briptu Edi luka ringan tergores (pisau) sangkur, Bharaka Heru luka ringan, Bharatu Munawir tidak terluka, Bharatu Julianda luka ringan," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri saat dimintai konfirmasi, Senin, 29 November 2021.

"Selanjutnya personel yang berada di lokasi pos RCTU melakukan perlawanan dan menyisir lokasi kejadian guna menyelamatkan rekan-rekan yang terluka," tuturnya.

Baca Juga
Adu Jotos 2 Polisi vs TNI di Ambon, Begini Kronologi Hingga Berdamai

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, bentrok ini dipicu kesalahpahaman mengenai rokok.

"Pada hari Sabtu tanggal 27 November 2021 bertempat di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua, telah terjadi kasus kesalahpahaman antara personil Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole," kata Ahmad Musthofa.

Kamal menjelaskan kronologi kejadian ini. Menurutnya, awalnya enam anggota Satgas Amole Kompi 3 yang sedang berjualan rokok di sekitar pos.

Saat itu, datang 20 personel Kopassus datang ingin membeli rokok yang dijual anggota Satgas Amole itu. Namun, anggota Kopassus protes soal harga rokok yang dinilai terlalu mahal.

"Kesalahpahaman tersebut berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok," ujarnya.

"Selanjutnya tiba personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 penugasan," jelasnya.

Kamal menjelaskan, saat ini kedua pimpinan sudah bertemu untuk menyelesaikan masalah. Para anggota yang terlibat bentrokan pun terancam dikenakan sanksi.

"Pimpinan masing-masing setelah menerima laporan, langsung berkoordinasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut," kata Kamal.

"Saat ini permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai. Selanjutnya, tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan," tuturnya.

"Pasca kejadian tersebut situasi di Kabupaten Mimika khususnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua aman dan kondusif," ujarnya.

 

Baca Juga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait