7 Fakta Bupati Penajam Paser Utara Kena OTT KPK: Duit Sekoper Hingga Jadi Tersangka

  • Arry
  • 14 Jan 2022 08:05
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud(humas/penajamkab.goid)

5. KPK tetapkan Bupati Abdul Gafur jadi tersangka

KPK menetapkan Abdul Gafur Mas'ud sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan.

"KPK menemukan adanya bukti permulaan cukup sehingga KPK meningkatkan ke tahap penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Kamis, 13 Januari 2022.

Baca Juga
Menguak Harta Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud yang Kena OTT KPK

Para tersangka itu adalah:

  • Pihak pemberi suap:
    1. AZ (Achmad Zuhdi alias Yudi) Swasta
  • Pihak Penerima Suap:
    1. AGM (Abdul Gafur Mas'ud) Bupati Penajam Paser Utara 2018-2023 (PPU)
    2. MI (Mulyadi) Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara
    3. EH (Edi Hasmoro) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara;
    4. JM (Jusman) Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara;
    5. NAB (Nur Afifah Balqis) Swasta / Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan


6. Pasal yang dikenakan

KPK menjerat Bupati Abdul Gafur Mas'ud dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal ini juga dikenakan kepada lima pihak yang diduga sebagai penerima suap lainnya.

Sementara, AZ selaku tersangka pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


7. KPK usut aliran dana suap ke Partai Demokrat

KPK menyatakan juga mengusut dugaan aliran dana ke Partai Demokrat. Sebab, saat ini sedang ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat di Kalimantan Timur. Abdul Gafur menjadi salah satu calon.

"Dan betul tadi yang disampaikan di sana sedang ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat di Kalimantan Timur, salah satu calonnya adalah AGM," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.

"Apakah ada dugaan aliran dana ke partai? itu tentunya akan didalami dalam proses penyidikan, tapi dari informasi sampai dengan saat ini belum kami dapatkan," ujarnya.

"Tentu simpul-simpul tadi ya dikaitkan dengan pemilihan ketua DPD atau kemudian di Jakarta yang bersangkutan juga bersama dengan bendahara partai, ya ini kan menjadi petunjuk tentu nanti akan dilihat diproses penyidikan, untuk saat ini kami belum bisa memberikan informasi tersebut," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait