6 Fakta Kopda Muslimin: Tembak Istri, Punya Pacar Baru Hingga Tewas Keracunan

  • Arry
  • 29 Jul 2022 09:53
Kopda Muslimin, otak penembakan terhadap istrinya, Rina Wulandari(ist/ist)

Kopda Muslimin ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah. Sebelum tewas, Kopda M disebut sebagai otak pembunuhan istrinya, Rina Wulandari. Namun upaya tersebut gagal.

Upaya pembunuhan terhadap Rina Wulandari terjadi pada 18 Juli 2022 sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban tengah pulang menjemput anaknya dengan mengendarai motor.

Saat berada di depan rumahnya, korban ditembak oleh dua orang tak dikenal. Tembakan mengenai bagian perut korban. Rina akhirnya dirawat di rumah sakit akibat luka tembakan itu.

Polisi kemudian berhasil menangkap empat anggota eksekutor terhadap Rina Wulandari. Dari pengakuan tersangka, diketahui mereka disuruh oleh Kopda M untuk melakukan penembakan.

Baca juga
Kopda Muslimin, Otak Penembakan Terhadap Istrinya Ditemukan Tewas

Berikut fakta-fakta yang terungkap dari kasus Kopda Muslimin:

  • Kopda Muslimin suruh tembak kepala istri

Anggota eksekutor mengaku diminta Kopda Muslimin untuk menembak di kepala. Namun, ada pesanan khusus agar tembakan tidak mengenai putrinya.

Hal tersebut diakui Sugiono alias Babi saat diperiksa Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dan Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana.

"Jangan sampai kena anaknya, pokoknya langsung pas kena kepalanya," kata Babi alias Sugiono.

Baca juga
Kopda Muslimin Tewas di Atas Tempat Tidur Rumah Orang Tuanya, Ini Kronologinya

  • Ada motif Kopda Muslimin punya pacar baru

Kapolda Jawa tengah Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan Kopda Muslimin memiliki pacar baru. Diduga hal itu menjadi motif dari penembakan terhadap istrinya.

"Motifnya punya pacar lagi," kata Ahmad Luthfi.

"Jadi ada delapan saksi yang kita periksa, di antaranya saksi W, itu pacarnya. Jadi yang bersangkutan (Kopda M) lari setelah melakukan kegiatan ini tapi pacarnya tidak mau, jadi motifnya itu," kata Luthfi.

Selanjutnya Kopda Muslimin minta uang ke mertua untuk bayar eksekutor >>>

 

  • Minta uang ke mertua untuk bayar eksekutor

Kopda Muslimin diketahui meminta uang kepada mertuanya sebesar Rp120 juta. Uang itu disebut untuk membiayai istrinya yang tengah dirawat akibat penembakan tersebut.

Hal ini diungkapkan seorang saksi yang berprofesi sebagai perawat burung peliharaan milik Kopda Muslimin. Saksi tersebut disuruh untuk mengambil Rp120 juta dari mertua Kopda Muslimin.

"Ketika di rumah sakit, saksi yang bertugas merawat burung, dia ditelepon oleh Muslimin, (disuruh) mengambil atau minta uang ke ibu korban atau ibu mertuanya untuk biaya rumah sakit. Perintahnya ada uang di Ibu (mertua) Rp 120 juta diantar ke rumah sakit untuk biaya rumah sakit," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

Setelah meminta Rp 120 juta, Kopda Muslimin kembali menyuruh saksi meminta Rp90 juta lagi ke mertuanya. Alasannya, pihak rumah sakit meminta biaya lebih.

"Perintah kedua kurang (uangnya). Pihak rumah sakit katanya minta Rp 90 (juta). Ternyata Rp 120 (juta) untuk bayar tersangka dan Rp 90 (juta) digunakan yang bersangkutan untuk melarikan diri," katanya.


Baca juga
Kopda Muslimin Minta Rp120 Juta Mertuanya Untuk Bayar Penembak Istrinya

  • Ditemukan tewas di Kendal

Setelah sempat buron, Kopda Muslimin tiba-tiba ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kendal pada Kamis, 30 Juli 2022.

"Berdasarkan informasi dari Ibu Rusiah (ibu kandung Kopda Muslimin) bahwa tadi pagi pukul 06.30 WIB pulang ke rumah di Kelurahan Trompo, Gang Adem Ayem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy kepada detikcom, Kamis (28/7).

"Kemudian Kopda Muslimin diketahui muntah-muntah, lalu meninggal dunia," kata dia.

  • Sempat ditolak pacar barunya

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, mengungkapkan fakta baru bahwa pacar baru Kopda Muslimin ternyata menolak ajakan hidup bersama.

"Akhirnya M berang," kata Kombes Irwan.

Penolakan itu didapatkan Kopda Muslimin usai peristiwa istrinya ditembak. Usai peristiwa itu, Muslimin langsung pergi dan menemui pacarnya di kawasan Papandayan Semarang. Mereka kemudian menuju Wonosobo dengan naik motor.

Sesampainya di Wonosobo, ajakan Kopda Muslimin ternyata ditolak pacar barunya yang berinisial R itu. "(Kopda Muslimin) Pergi bawa motor R dan meninggalkan R sendirian di Wonosobo saat itu," jelas Irwan.

  • Tewas keracunan

Hasil autopsi terhadap jenazah Kopda Muslimin diketahui dia meninggal dunia akibat keracunan. Hal tersebut diungkap Komandan Pomdam (Danpomdam) IV/Diponegoro Kolonel CPM Rinoso Rudi.

Kolonel Rinoso menjelaskan, dari hasil autopsi diketahui Kopda Muslimin tewas 6-12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan pukul 13.30 WIB. Maka, sesuai dengan keterangan saksi, jenazah ditemukan pukul 07.00 WIB di rumah orang tuanya di Kendal.

"Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan luka akibat kekerasan benda tajam atau benda tumpul," kata Rinoso.

"Dari pemeriksaan dalam, didapat tanda mati lemas yang diduga oleh karena tanda pada otak atau keracunan," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait