Kopda Muslimin Minta Rp120 Juta Mertuanya Untuk Bayar Penembak Istrinya

  • Arry
  • 28 Jul 2022 21:23
Kopda Muslimin, otak penembakan terhadap istrinya, Rina Wulandari(ist/ist)

Kopda Muslimin ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah. Prajurit Batalyon Arhanud 15/DBY itu diduga sebagai otak penembakan terhadap istrinya, Rina Wulandari.

Kopda Muslimin disebut membayar para eksekutor untuk menembak mati istrinya itu sebesar Rp120 juta. Polisi pun menemukan bukti soal asal muasal uang yang dipakai untuk membayar para eksekutor itu.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, berdasarkan keterangan saksi, terkuak dia diminta Kopda Muslimin untuk membawa uang Rp120 juta yang dipakai untuk membayar penembak istrinya.

"Ketika di rumah sakit saksi yang bertugas merawat burung, dia ditelpon oleh Muslimin (disuruh) mengambil atau minta uang ke ibu korban atau ibu mertuanya untuk biaya rumah sakit. Perintahnya ada uang di ibu (mertua) Rp 120 juta diantar ke rumah sakit untuk biaya rumah sakit," kata Irwan.

Baca juga
Kopda Muslimin Tewas di Atas Tempat Tidur Rumah Orang Tuanya, Ini Kronologinya

Ternyata Kopda Muslimin kembali memerintahkan saksi untuk kembali meminta Rp 90 juta ke mertuanya. Alasannya, pihak rumah sakit meminta tambahan uang.

"Ternyata Rp120 juta itu diberikan kepada para pelaku penembakan, sedangkan Rp90 juta digunakan untuk melarikan diri," katanya.

Setelah sempat menghilang, Kopda Muslimin akhirnya kembali ke rumah orang tuanya di Kendal. Dia pun ditemukan tewas di sana.

Komandan Pomdam (Danpomdam) IV/Diponegoro, Kolonel CPM Rinoso Rudi, menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi, kematian diperkirakan terjadi 6-12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan pada 13.30 WIB.

Baca juga
Hasil Autopsi: Kopda Muslimin, Otak Penembakan Istrinya Tewas Karena Keracunan

Hal ini sesuai dengan keterangan saksi, jenazah ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah.

"Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan luka akibat kekerasan benda tajam atau benda tumpul," kata Rinoso, Kamis, 28 Juli 2022.

"Dari pemeriksaan dalam didapat tanda mati lemas yang diduga oleh karena tanda pada otak atau keracunan," tegasnya.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait