Hasil Autopsi: Kopda Muslimin, Otak Penembakan Istrinya Tewas Karena Keracunan

  • Arry
  • 28 Jul 2022 19:19
Kopda Muslimin, otak penembakan terhadap istrinya, Rina Wulandari(ist/ist)

Kopda Muslimin dinyatakan tewas akibat keracunan. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara, Semarang.

Komandan Pomdam (Danpomdam) IV/Diponegoro, Kolonel CPM Rinoso Rudi, menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi, kematian diperkirakan terjadi 6-12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan pada 13.30 WIB.

Hal ini sesuai dengan keterangan saksi, jenazah ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah.

"Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan luka akibat kekerasan benda tajam atau benda tumpul," kata Rinoso, Kamis, 28 Juli 2022.

Baca juga
Kopda Muslimin Tewas di Atas Tempat Tidur Rumah Orang Tuanya, Ini Kronologinya

"Dari pemeriksaan dalam didapat tanda mati lemas yang diduga oleh karena tanda pada otak atau keracunan," tegasnya.

Meski demikian, perlu pemeriksaan lanjutan berupa patologi anatomi guna mengetahui jenis racunnya. Dibutuhkan sekitar 2-4 minggu untuk mengetahui hasilnya.

"Dibutuhkan pemeriksaan penunjang yaitu patologi anatomi, jadi tidak bisa sekarang. Butuh pemeriksaan penunjang patologi anaromi yang butuh waktu 2-4 minggu dan butuh pemeriksaan lab untuk toksikologi untuk membuktikan," jelasnya.

Baca juga
Kopda Muslimin Minta Maaf ke Orang Tua dulu, Muntah-muntah Kemudian tewas

Kopda Muslimin disebut sebagai otak penembakan istrinya sendiri, Rina Wulandari, yang terjadi pada 18 Juli 2022. Dia diduga memerintahkan pembunuh bayaran untuk menembak istrinya.

Rina Wulandari selamat setelah ditembak dua kali. Saat ini korban dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait