Kominfo Minta Hacker Tak Menyerang, Hacker Bjorka: Stop Jadi Idiot

  • Arry
  • 7 Sep 2022 14:17
Ilustrasi hacker atau peretasan(@maxbender/unsplash)

Kebocoran demi kebocoran data terus terjadi di Indonesia. Terbaru, data registrasi kartu SIM yang dibobol.

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo meminta kepada para hacker berhenti menyerang Indonesia. Aksi pembobolan oleh hacker bernama Bjorka itu sangat merugikan masyarakat Indonesia.

"Kalau bisa jangan menyerang. Tiap kali kebocoran data yang dirugikan ya masyarakat, kan itu perbuatan illegal access," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani, pada Senin, 5 September 2022.

"Jangan sampai masyarakatnya dong. Ini kan data masyarakat. Jadi mereka justru menyerang masyarakat sebenarnya," ujarnya.

Baca juga
26 Juta Data Pelanggan Indihome Bocor, Nama Hingga NIK Konsumen Dibongkar

"Kalau mau mempermalukan pakai cara yang lain dong, jangan menyebarkan data masyarakat," lanjutnya.

Hacker Bjorka pun menanggapi komentar Kominfo. Dia membuat thread baru di laman forum Breached.to. Bjorka memberi judul thread-nya: Pesan Saya untuk Pemerintah Indonesia.

Bjorka mengunggah tangkapan layar tentang berita pernyataan Kominfo tersebut. Dan dia pun menuliskan tanggapannya hanya dengan satu kalimat saja.

Tanggapan Bjorka

"STOP BEING AN IDIOT," tulisnya dengan huruf kapital berwarna merah.

Unggahan itu pun mendapat banyak tanggapan dari netizen.

"Stop being an idiot! It's mean your cyber security is sucks!" tulis salah satu netizen.
"At this point gua lebih mendukung hackernya sih, besok pas pemilu w berharap mereka ngacak acak data calegnya jadi merka ga valid lagi buat mencalonkan diri," ujar netizen lain.
"@Kominfo your job is protection us as a civilian... hacker is always be a hacker...," ujar netizen lain.

Chairman CISSReC Pratama Persadha mendesak Kominfo atas kebocoran data SIM Card tersebut. Menurutnya, data yang dibongkar hacker sangat rawan digunakan untuk penipuan, terutapa menjelang Pemilu.

"Jadi, ini semakin menegaskan bahwa seharusnya Kominfo yang bertanggung jawab terhadap terjadinya kebocoran data ini," imbuhnya.

Artikel lainnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait