Libur Maulid Nabi Muhammad Digeser 20 Oktober, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

  • Arry
  • 18 Oktober 2021 09:32
Wakil Presiden Ma'ruf Amin(humas/setkab)

Libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang seharusnya jatuh pada 19 Oktober 2021 digeser menjadi 20 Oktober. Wakil Presiden Ma'ruf Amin membeberkan alasan pemerintah menggeser hari libur.

Wapres menjelaskan, kebijakan itu dilakukan atas dasar pertimbangan agar tidak terjadi lonjakan asus Covid-19. Hal ini lantaran 19 Oktober jatuh pada hari Selasa dan ada hari 'kejepit' pada hari Senin.

“Jadi untuk menghindari orang memanfaatkan hari ‘kejepit’ (pada Senin) itu,” kata Wapres Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulisnya.

“Alasannya itu supaya walaupun memang sudah rendah (kasus Covid-19), tapi tetap kita antisipatif,” ucap dia.

Baca Juga
Ingat, Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW Digeser Jadi 20 Oktober

Wapres menjelaskan, banyak negara yang kasus Covid sudah rendah, namun kembali terjadi lonjakan. Seperti yang terjadi di India.

Pelonggaran yang diberikan pemerintah justru menyebabkan kelengahan masyarakat. Hal ini berdampak pada lonjakan kasus penyebaran virus Corona.

“India itu kan ketika dia sudah rendah kemudian terjadi pelonggaran-pelonggaran bahkan ada acara keagamaan akhirnya naik lagi. Kita tidak ingin itu terulang di kita Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga
Pemerintah Geser Libur Tahun Baru Islam Jadi 11 Agustus 2021

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menambahkan, berdasarkan riset yang dilakukan, ada kecenderungan masyarakat memanfaatkan hari 'kejepit' untuk memperpanjang hari libur.

“Jadi mengenai penggeseran libur hari besar keagamaan itu memang pertimbangannya semata-mata adalah untuk menghindari masa libur yang panjang karena di celah antara hari libur dengan libur reguler itu ada hari kejepit yaitu, hari Senin,” kata Muhadjir.

“Kita sudah sangat pengalaman setiap terjadi libur panjang dan diikuti dengan pergerakan orang besar-besaran dari satu tempat ke tempat yang lain itu akan diikuti dengan kenaikan Covid-19,” jelasnya.

 

Baca Juga

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan