Kompolnas Ungkap Kantong Kresek Hitam yang Dibuang Diplomat Arya Daru Sebelum Tewas

  • Arry
  • 23 Juli 2025 10:48
Rekaman CCTV saat diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan sebelum meninggal dunia(ist/ist)

Komisi Nasional Indonesia atau Kompolnas memperdalam kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan. Kasus ini masih misterius karena sudah lebih dari satu pekan belum terungkap.

Salah satu bukti yang diperdalam adalah kantong pelastik hitam yang sempat dibawa Arya Daru. Kantong itu diketahui sempat dibuang Arya Daru satu hari sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.

“Karena CCTV yang tersebar di publik itu bawa tas (kantong) kresek, yang juga jadi pertanyaan isinya apa,” kata Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Selasa, 22 Juli 2025.

“Tadi kami ditunjukkan isinya apa saja, bagaimana mereka proses membukanya, bagaimana prosedur memperlakukan, karena itu bagian dari barang, barang bukti, prosedurnya juga ditunjukkan,” jelas dia.

Baca juga
Rekaman CCTV Penampakan Terakhir Diplomat Arya Daru Sebelum Ditemukan Tewas

Meski demikian, Anam belum mengungkapkan isi kantong plastik hitam itu. “Biarkan Polda Metro Jaya penyidiknya yang akan menjelaskan,” ujar dia.

Untuk diketahui keberadaan kantong plastik itu pertama kali terungkap dari rekaman CCTV. Dalam video terlihat, Arya daru sempat keluar dari kamar kosnya pada Senin, 7 Juli 2025 sekitar pukul 23.24 WIB.

Saat itu dia membawa kantong kresek hitam dan membawanya keluar dari kosnya. Tak lama, atau sekitar pukul 23.25 WIB, Arya Daru kembali terlihat kembali ke arah kamar kosnya tanpa membawa kantong plastik itu.

Arya Daru kemudian ditemukan tewas di kosnya pada Selasa, 8 Juli pagi. Saat ditemukan, dia tergeletak di atas kasur dengan kondisi kepala terlilit lakban dan tubuh tertutup selimut biru.

Namun, sudah dua pekan polisi masih belum menguak penyebab kematian Arya Daru. 

Artikel lainnya: Eks Marinir Satria Mau Jadi WNI Lagi Usai Jadi Tentara Rusia, Ini Kata Kemlu dan TNI

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan