Mau tiru Iran di Selat Hormuz, Purbaya ingin pajaki kapal yang lintasi Selat Malaka
- Arry
- 22 April 2026 17:38
Newscast.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ingin meniru Iran yang 'berkuasa' di Selat Hormuz. Yakni dengan mengeluarkan kebujakan pajak bagi kapal yang melintasi Selat Malaka.
Purbaya melihat Indonesia memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan energi global. Namun, hal ini tidak dimanfaatkan untuk meraup keuntungan dari pematokan harga ketika kapal akan melewati jalur strategis itu di Selat Malaka.
“Dan seperti arahan presiden, Indonesia ini bukan negara pinggiran, kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Baca juga
Iran pungut tarif Selat Hormuz dengan Bitcoin, segini biayanya
Menurut Purbaya, jika skema di Selat Hormuz diterapkan di Selat Malaka, maka Indonesia dapat meraih tambahan pemasukan yang besar. Pendapatan itu bisa didapat tiga negara yang terlibat yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
“Kapal lewat Selat Malaka gak kita charge ya, sekarang Iran meng-charge kapal lewat Selat Hormuz, kalau kita bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan,” ujar Purbaya.
Purbaya pun menjelaskan, pajak bagi tiga negara itu tidak akan sama. Hal ini disesuaikan dengan area yang dilalui oleh Selat Malaka. Artinya, Indonesia dan Malaysia akan menerima jatah lebih besar dibanding Singapura.
“Kalau bisa seperti itu, tapi kan enggak begitu,” tutur Purbaya.
Artikel lainnya: Dasco bicara soal 'merger' Gerindra dan NasDem