Innalillahi, Korban tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur: 14 tewas, 84 luka

  • Arry
  • 28 April 2026 11:16
KRL Commuter Line tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur(ist/ist)

Newscast.id - Korban kecelakaan kereta KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Kini jumlah korban mencapai 14 meninggal dan 84 luka-luka.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menelaskan, data tersebut didasarkan hingga proses evakuasi hingga pukul 08.45 WIB, Selasa, 28 April 2026. Menurutnya, seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ujar Bobby dalam keterangannya.

Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line terjadi pada Senin, 27 April sekitar pukul 20.52 WIB. Tabrakan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28+920.

Baca juga
Potret horornya tabrakan KA di Bekasi Timur, lokomotif Argo Bromo masuk gerbong KRL

Bobby menjelaskan, korban dirawat di sejumlah rumah sakit. Seperti di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Menurutnya, KAI juga telah mengamankan barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang tersebut dikumpulkan di layanan lost and found dan didata bersama pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi.

Selain itu KAI juga membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Keluarga penumpang juga dapat menghubungi Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba telah menyampaikan duka cita atas insiden tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” ujar Anne.

Artikel lainnya: Waspada siomai berbahan ikan sapu-sapu, begini ciri-cirinya

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan