Mahfud MD Ungkap 460 Pegawai Kemenkeu Terlibat Transaksi Jumbo Rp 300 T

  • Arry
  • 9 Maret 2023 09:31
Gedung Kementerian Keuangan(kemenkeu/kemenkeu.go.id)

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengungkapkan sebanyak 460 pegawai Kementerian Keuangan diduga terlibat transaksi mencurigakan. Nilainya mencapai Rp300 triliun.

"Kemarin ada 69 orang [pegawai Kemenkeu berharta tak wajar] dengan nilai hanya enggak sampai triliunan. Hanya ratusan, ratusan miliar. Sekarang, hari ini sudah ditemukan lagi kira-kira 300 T, harus dilacak," kata Mahfud MD, di Sleman, Rabu, 8 Maret 2023.

"Ada 160 laporan lebih sejak itu. Itu tidak ada kemajuan informasinya," ujarnya.

"Sesudah diakumulasikan semua melibatkan 460 orang lebih di kementerian itu yang akumulasi terhadap transaksi yang mencurigakan itu bergerak di sekitar Rp300 triliun, tapi sejak tahun 2009 karena laporan tidak di-update, tidak diberi informasi respons," jelasnya.

Mahfud menyatakan, laporan kejanggalan biasanya baru direspons jika sudah vial di publik. Seperti halnya kasus pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo maupun bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji yang terseret kasus suap pajak.

Baca juga
40 Rekening Rafael Alun dan Mario Dandy Diblokir, PPATK Temukan Transaksi Rp500 M

Mahfud menyindir, laporan itu tidak direspons lantaran kesibukan di kementerian tersebut. "Itu saya kira karena kesibukan yang luar biasa sehingga perlu sistem aja, menurut saya," ujarnya.

Inspektur Jenderal Kemenkeu, Awan Nurmawan Nuh, buka suara soal pernyataan Mahfud MD. Dia mengklaim belum menerima laporan terkait temuan tersebut.

"Rp 300 triliun itu memang sampai saat ini Itjen Kemenkeu belum tahu dan menerima informasinya seperti apa," kata Awan.

Meski demikian, dia berjanji akan menindaklanjjuti terkait informasi dari Mahfud MD itu. "Nanti akan kami cek. Kita tahu tuh masalahnya di pemberitaan nanti kami cek," ujarnya.

Artikel lainnya: Bayern Permalukan Messi dan PSG, AC Milan Ukir Sejarah Usai Bungkam Hotspur

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan