Heboh, Bayi di Bulukumba Lahir dengan Leher dan Tangan Putus

  • Arry
  • 12 Mei 2022 19:39
Ilustrasi Bayi(Aditya Romansa/unsplash)

Warga Bulukumba, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan lahirnya seorang bayi dengan kondisi leher dan tangan putus. Bayi nahas itu meninggal pascapersalinan di RSUD Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Ayah bayi itu, Harbi, menjelaskan kronologi anaknya lahir dengan kondisi mengenaskan. Menurutnya, pada Sabtu 7 Mei istrinya, Mutmainnah, warga Dusun Katangka, Desa Karama, sempat dilarikan ke puskesmas di Bontobangun.

Namun, saat di puskesmas, istrinya diminta untuk dirujuk ke rumah sakit. Hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Sultan Daeng Radja.

"Pihak puskesmas menyampaikan jika dirujuk ke RSUD saja, katanya sudah ada dokter yang menunggu istri saya," kata Hasbi, dikutip dari beritasulsel, Kamis, 12 Mei 2022.

Baca Juga
Heboh Bayi 3 Bulan Bisa Bicara

Hasbi akhirnya membawa istrinya ke RSUD Sultan Daeng Radja. Namun, setibanya di rumah sakit, dokter yang dikatakan pihak uskesmas tidak ada dan baru akan masuk pada 8 Mei.

"Tidak ada dokter, karena malam itu, malam minggu dan esoknya hari Minggu juga belum ada dokter, nanti hari Senin malam baru ada dokternya," katanya.

Menurut Hasbi, kondisi anaknya di dalam kandungan istrinya dalam keadaan baik-baik saja. Namun, setelah ditangani pihak dokter, bayi tersebut dinyatakan sudah meninggal dunia.

"Saya minta dilakukan operasi, tapi dokter saat itu meminta dilakukan persalinan normal saja. Jadi istri saya itu bersalin normal," ujarnya.

Baca juga
Dokter Ali Sungkar, Dokter yang Viral Ayun Bayi Unik Telah Meninggal

Saat bayinya keluar, Hasbi kaget melihat kondisi anaknya. Bayi tersebut lahir dengan kondisi leher dan lengannya penuh dengan jahitan.

"Saya lihat kondisi bayi itu ada lilitan jahitan di leher, diduga terputus dan di salah satu lengannya juga ada jahitan," ungkapnya.

Pihak RSUD Andi Sultan Daeng Radja mengakui soal kondisi bayi tersebut. "Iya benar, namun kita akan jelaskan semua pada jumpa pers nanti," kata Andi Ayyatullah.

Secara terpisah, Kepala Desa Karama Jusman, menjelaskan, pihaknya miris melihat kondisi bayi warganya.

“Saya miris melihat kondisi bayi, jahitan keliling dileher diduga terputus dan salah satu lengannya juga ada jahitan. Kok bisa seperti itu,” katanya.

 

Artikel lainnya

Berita Terkait