Bayi Lahir Putus Leher di Bulukumba, Pihak Rumah Sakit Buka Suara

  • Arry
  • 12 Mei 2022 20:25
Ilustrasi bayi(@lumapimentel/unsplash)

Seorang bayi dari pasangan Harbi dan Mutmainnah lahir dengan kondisi mengenaskan. Bayi itu meninggal dunia dengan kondisi leher dan tangannya putus.

RSUD Sultang Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan, akhirnya buka suara soal insiden tersebut. Dokter menyatakan, bayi tersebut telah meninggal dunia selama lebih dari 48 jam saat berada di kandungan ibunya.

"Jadi bayi ini sudah meninggal lebih dari 48 jam sehingga otomatis terjadi pembusukan. Makanya saat kepalanya lahir, tim dokter coba menarik lalu putus. Karena memang itu jaringannya sudah lunak," kata Direktur RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, Rizal, dikutip dari beritasulsel, Kamis, 12 Mei 2022.

Rizal menjelaskan, pasien ini merupakan rujukan dari Puskesmas Bontobangun. Pasien dirujuk lantaran puskesmas tidak mampu menangani proses kelahiran ibu Mutmainnah.

Baca juga
Heboh, Bayi di Bulukumba Lahir dengan Leher dan Tangan Putus

"Tekanan darahnya saat itu 159/100 saat di puskesmas. Pasien dirujuk ke RSUD Sultan Daeng Radja, dokter periksa dan tensi di bawah 140/80. Semua itu normal, bukan emergency," sebutnya.

Setiba di RSUD, pasien langsung dilakukan pemeriksaan. Namun, saat pemeriksaan USG, ditemukan janin sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Kami menduga detak jantung janin, tapi salah, setelah dicek di laboratorium," katanya.

Meski demikian, Rizal mengakui pihaknya tidak langsung melakukan proses persalinan. Sebab, pasien bukan termasuk dalam kondisi emergency meski bayinya sudah meninggal dunia.

Dokter pun hanya memberikan obat hingga menunggu persalinan normal. Hal ini dilakukan karena persalinan normal dinilai lebih aman dibanding dilakukan operasi sesar.

Rizal menduga, janin telah meninggal lebih dari 48 jam. Kondisi tubuh bayi pun sudah mulai membusuk. Rizal menduga, bayi itu meninggal saat ibunya pulang dari dari Kabupaten Sinjai atau saat masuk ke puskesmas.

"Ibunya sempat diperiksa di Sinjai. Tapi, pulangnya naik motor. Diduga di situlah terjadi kecelakaan pada janin dalam perut," imbuhnya.

 

Artikel lainnya

Berita Terkait