Hari Raya Iduladha Diperkirakan Berbeda

  • Arry
  • 7 Jun 2022 09:00
Pemantauan Hilal(kementerian agama/kemenag.go.id)

Perayaan Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah diperkirakan terjadi perbedaan. Muhammadiyah sudah menetapkan Iduladha jatuh pada 9 Juli 2022. Sementara pemerintah diprediksi bakal menetapkan Iduladha pada 10 Juli.

Potensi perbedaan ini diungkapkan Profesor Riset Astronomi-Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin. Menurutnya, hal ini terjadi lantaran adanya kriteria yang ditetapkan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021.

"Saat ini ada dua kriteria utama yang digunakan di Indonesia: kriteria wujudul hilal dan kriteria baru MABIMS," kata Thomas Djamaluddin dalam blognya dikutip Selasa, 7 Juni 2022.

"Kriteria Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah mendasarkan pada kondisi bulan lebih lambat terbenamnya daripada matahari. Kriteria Baru MABIMS mendasarkan pada batasan minimal untuk terlihatnya hilal (imkan rukyat atau visibilitas hilal), yaitu fisis hilal yang dinyatakan dengan parameter elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimum 6,4 derajat dan fisis gangguan cahaya syafak (cahaya senja) yang dinyatakan dengan parameter ketinggian minimum 3 derajat," jelasnya.

"Kriteria Baru MABIMS digunakan oleh Kementerian Agama dan beberapa ormas Islam," ujarnya.

Thomas menjelaskan, pada saat maghrib 29 Juni 2022, posisi bulan di Indonesia sudah berada di atas ufu. Dengan demikian, kriteria hilal sudah terpenuhi.

"Itu sebabnya Muhammadiyah di dalam maklumatnya menyatakan 1 Dzulhijjah 1443 jatuh pada 30 Juni 2022 dan Iduladha jatuh pada 9 Juli 2022," jelas Thomas yang juga menjadi anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Indonesia Kementerian Agama.

Hal tersebut pula yang menjadi dasar dalam penetapan hari libu nasional yang menyatakan Iduladha 1443 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2022.

"Hari libur nasional yang menyatakan Idul Adha 1443 jatuh pada 9 Juli 2022 didasarkan pada kriteria lama MABIMS, yaitu tinggi minimal 2 derajat dan elongasi 3 derajat atau umur bulan 8 jam," jelasnya.

Sedangkan jika didasarkan pada kriteria MABIMS, posisi bulan pada saat waktu Maghrib 29 Juni 2022, masih berada kurang dari 3 derajat elongasinya kurang dari 6,4 derajat.

Hal itu membuat hilal terlalu tipis untuk bisa mengalahkan cahaya syafak yang masih cukup kuat.

"Akibatnya, hilal tidak mungkin dapat dirukyat. Secara hisab imkan rukyat (visibilitas hilal), data itu menunjukkan bahwa 1 Dzulhijjah 1443 akan jatuh pada 1 Juli 2022 dan Iduladha jatuh pada 10 Juli 2022," jelasnya.

Meski demikian, menurut Thomas, penentuan Iduladha 1443 Hijriah versi pemerintah akan diputuskan pada sidang itsbat awal Dzulhijjah pada 29 Juni 2022.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait