Geger Pesta Bikini di Depok, Ini Faktanya: Tiket Bayar Rp8 Juta, Miras, Hingga Kondom

  • Arry
  • 7 Jun 2022 15:33
Ilustrasi pesta(@Bru-nO/pixabay)

Acara pesta bikini yang digelar di sebuah rumah mewah di Perumahan Pesona Khayangan, membuat geger warga Depok, Jawa Barat. Pesta yang dihadiri ratusan orang itu digelar pada Minggu, 5 Juni 2022.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengakui adanya pesta bikini tersebut. Menurutnya, saat ini kepolisian masih mengusut kasus tersebut.

"Jadi benar ada kegiatan tersebut pada Minggu dini hari, di Depok, di salah satu perumahan di (Pesona) Khayangan," kata Endra Zulpan.

Menurut Endra Zulpan, pesta itu diketahui setelah polisi menerima informasi yang menyatakan adanya kegiatan mencurigakan di rumah tersebut. Polisi pun langsung menuju lokasi untuk membubarkannya.

Endra menjelaskan, pesta bikini itu dibubarkan lantaran tidak memiliki izin.

Menurutnya, polisi juga langsung melakukan tes urin kepada ratusan orang yang hadir di pesta bikini itu. Dan seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.

Selain itu, polisi juga sudah memanggil pihak penyelenggara untuk dimintai keterangan.

"Tentu kita sudah memanggil penyelenggara untuk dimintai keterangan terkait dengan yang menyelenggarakan acara," ujar Zulpan.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, menjelaskan, penyelenggara mematok harga tiket masuk pesta bikini itu mulai Rp 300 ribu hingga Rp 8 juta.

Dari harga tiket termahal, pengunjung akan mendapatkan sejumlah bonus berupa minuman beralkohol.

Yogen menjelaskan, peserta yang hadir di pesta bikini itu tak hanya berasal dari Jakarta saja. Tapi juga berasal dari luar daerah. Dia menduga, pesta bikini ini terlaksana usai disebarkan melalui media sosial.

Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan 10 kotak alat kontrasepsi di lokasi. "Ada juga beberapa barang bukti seperti alat kontrasepsi yang belum dipakai. Ditemukan di dalam suatu kamar di dalam rumah itu," kata Yogen.

"Kita belum tahu persis kelanjutan klarifikasi dari Intel Polda, namun memang pada saat itu ditemukan belum digunakan masih utuh beberapa bungkus, jadi kita amankan juga," katanya.

"Memang rumah itu kosong dan biasa disewakan untuk kegiatan-kegiatan seperti gathering sekolah, kemudian acara kumpul-kumpul seperti itu aja," ujarnya.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait