Cuit Polisi Diganti #Satpam BCA, Pemilik Akun Terima Ancaman

  • Arry
  • 17 Okt 2021 18:18
Ilustrasi Sosial Media WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter(Jeremy Bezanger/unsplash)

Jagat Twitter tengah dihebohkan dengan tagar #SatpamBCA. Pria yang berkicau soal Satpam BCA itu pun kini mengaku mendapat banyak ancaman.

Cuit Polisi diganti #SatpamBCA ini pertama kali ditulis oleh akun @fchkautsar pada Rabu (13/10) pukul 21.45. Saat itu Fachrial Kautsar, pemilik akun, berkicau "Polisi se-Indonesia bisa diganti satpam BCA aja gaksih".

Sejak cuitan itu, kini trending tagar #SatpamBCA. Dan hingga Minggu, 17 Oktober 2021, tagar tersebut selalu masuk 10 besar.

Baca Juga
Perang Tagar #PercumaLaporPolisi vs #PolriSesuaiProsedur, Ini Kata Polisi

Namun, sejak Fachrial berkicau soal polisi diganti Satpam BCA, dia mengaku menerima banyak ancaman. Ancaman itu diterima melalui pesan di akun Instagramnya. Banyak akun anonim dan akun dengan profil berseragam polisi mengirimkan pesan ke Instagramnya.

Ancaman itu seperti dia akan menjadi target di jalan, mematahkan leher, mengajak baku hantam, dan lain sebagainya.

Menurut Fachrial, maksud cuitannya itu berasal dari pengalamannya berurusan dengan polisi. Apalagi kini tengah banyak isu mengenai berita polisi terkait kasus di Luwu Timur hingga polisi yang membanting mahasiswa.

Baca Juga
Usai Polisi Banting Mahasiswa, Kini Viral Polisi Hajar Warga Hingga Terkapar

Karena banyak menerima ancaman, Fachrial pun mengunggah tangkapan layar ancaman tersebut ke Twitter. Banyak netizen memberikan dukungan.

Tak hanya ancaman, Fachrial juga mengaku menerima beberapa kali peretasan akun Twitter miliknya. Ada sejumlah usaha dari seseorang untuk mengubah kata sandi Twitter miliknya.

Selain itu, Fachrial mengaku juga menerima telepon dari nomor tak dikenal. Bahkan ada nomor dengan kode +1 atau kode negara Amerika Serikat.

Baca Juga
Penjelasan Polisi Soal Mbah Minto Ditahan Usai Bela Diri Lawan Pencuri

Tanggapan Polisi

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menegaskan, polisi menerima segala kritik masyarakat.

"Polri tidak anti terhadap kritik-kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Itu menunjukkan masyarakat peduli terhadap kinerja kepolisian, menginginkan kinerja kepolisian dengan lebih baik," kata Ahmad, Minggu, 17 Oktober 2021.

"Untuk itu kepolisian merespons dengan menindaklanjuti laporan atau pengaduan secara profesional transparan dan akuntabel," ujarnya.

 

Baca Juga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait