Newscast.id - Badan Gizi Nasional kembali disorot soal penggunaan dana. Kali ini terkait proyek sewa jasa event organizer yang mencapai Rp113 miliar.
Dalam dokumen pengadaan yang didapat Newscast.id, terlihat ada 31 paket jasa EO yang dilakukan oleh BGN. Proyek ini dilakukan pada tahun pertama pelaksanaan makan bergizi gratis alias MBG.
Sebagian besar pengadaan dilakukan untuk kegiatan kantor pusat BGN. Selain itu, BGN juga menyewa EO untuk agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia lembaga.
Ada dua perusahaan EO yang kerap ditunjuk BGN yakni Azka Jaya Pratama dan Senawangi Citra Imaji. Nilai proyeknya masing-masing mencapai Rp419 juta dan Rp391,37 juta.
Baca juga
Viral puluhan ribu motor untuk dapur MBG, ini penjelasan Kepala BGN
Sementara itu juga ada pengadaan yang dilakukan di dapur MBG yakni di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Daerah. BGN diketahui memilih perusahaan bernama Maria Utara Jaya untuk kegiatan bimbingan teknis manajemen risiko dengan nilai proyek Rp18,472 miliar.
Respons BGN
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, penggunaan EO merupakan bagian dari kebutuhan strategis BGN sebagai lembaga baru.
"Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," ujar Dadan dalam keterangannya.
"Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu," jelasnya.
"EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya.
"Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," tambah Dadan.
Dadan menegaskan, kegiatan BGN yang dipegang EO tidak sekedar acara seremonial saja, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional dan juga kegiatan strategis lainnya seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih.
"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," terang Dadan.
"Sementara itu, kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," tutur Dadan.
Meski demikian, lanjut Dadan, BGN tetap berkomitmen menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran. Seluruh pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas.
"Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal," imbuh Dadan.
Artikel lainnya: Thomas Ramdhan sebut 25 April jadi hari terakhir bersama GIGI, singgung pengkhianatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News