Ramai-ramai membantah terlibat korupsi MBG: AHY hingga Dudung Abdurachman

  • Arry
  • 12 Jun 2026 11:50
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan Kejaksaan Agung(ist/ist)

Newscast.id - Beredar 26 nama yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG). Nama-nama itu disebut sudah ada di tangan penyidik Kejaksaan Agung.

Deretan nama-nama itu disampaikan langsung oleh tersangka korupsi MBG, Sony Sanjaya. Mantan Wakil Kepala BGN itu menyerahkan nama-nama ini sekaligus mengajukan permohonan sebagai justice collaborator.

"Sudah kita sampaikan ke penyidik (20 lebih nama) udah ada di-BAP kok itu waktu pemeriksaan kita kan saya mendampingi Pak Sony, sudah kita tuangkan dalam BAP," kata kuasa hukum Sony Sanjaya, Krisna Murti, kepada wartawan.

"(JC) sudah kita sampaikan kemarin suratnya, sudah ditandatangani, dan sudah saya serahkan (ke Kejagung). Kita berharap dari kejaksaan mengabulkan JC nya karena untuk mengungkap peristiwa lebih besar lalu untuk pengembangan penyidikan lebih mudah," ujarnya.

Baca juga
Heboh muncul 20 nama pejabat yang diduga terlibat korupsi MBG: BGN, DPR, Gerindra

"Ada orang-orang, pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif, (Jumlahnya) 26, ada kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja," ucapnya.

Berikut deretan pejabat yang membantah terlibat korupsi MBG:

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono

Agus Harimurti Yudhoyono membantah partainya terkait dengan Sony Sanjaya dalam proyek di BGN. Bahkan AHY mengklaim tidak mengenal Sonny Sanjaya.

"Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan tertulisnya.

"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," katanya.

Zaky juga menjawab soal dugaan keterlibatan 2 kolonel yang disebut sebagai usulan AHY.

"Dalam postingan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa 'AHY' maupun siapa '2 Orang Kolonel' yang dimaksud. Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun," ucapnya.

"Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," sambungnya. 

Kepala KSP Dudung Abdurachman >>> 

 

Kepala KSP Dudung Abdurachman

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman ikut membantah terlibat korupsi MBG. Dia menegaskan tidak memiliki sejumlah dapur MBG yang terafiliasi dengan bekas Kepala BGN, Dadan Hindayana.

"Terus satu hal saya ingin menyampaikan klarifikasi, ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan," kata Dudung di Jakarta.

Dudung menjelaskan, dugaan namanya terseret lantaran ada sejumlah pondok pesantren yang meminta diperkenalkan dengan Dadan. Mereka meminta agar ponpes itu mendapatkan manfaat dari MBG.

"Saya informasikan, jadi beberapa bulan yang lalu, mungkin tujuh, enam bulan yang lalu, saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya, untuk sebagai sasaran penerima manfaat. Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya," ujarnya.

"Nah, kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap ya, sudah ditentukan, dia sudah mulai secara administrasi sudah siap. Nah, realisasinya tidak ada. Akhirnya saya sampaikan Pak Dadan, 'Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman staf saya'," ujar Dudung.

"Akhirnya silakanlah mereka berhubungan. Mereka berhubungan saya sudah tidak mengerti apa-apa. Nah, waktu Pak Dadan ke sini beberapa minggu yang lalu, saya tanya Pak Dadan gimana itu? Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunnya-dapurnya pun belum terbangun. Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya," ucapnya.

"Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi nggak ada sama sekali saya punya dapur ya," imbuhnya.

Legislator Partai Golkar Yahya Zaini

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan, tidak terlibat dalam pengadaan di BGN. Dia juga membantah terlibat dalam urusan dapur MBG.

"Itu tuduhan yang tidak benar alias fitnah karena saya tidak terlibat korupsi di BGN," kata Yahya kepada wartawan.

"Saya tidak terlibat dalam pengadaan di BGN dan saya tidak terlibat dalam penjualan titik dapur. Lalu di mana unsur korupsinya?" kata politisi Partai Golkar itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait