PPKM Darurat Diperpanjang, Pengetesan Covid-19 Terus Turun

  • Arry
  • 21 Jul 2021 00:35
PPKM Darurat Covid-19(distelAPPArath/pixabay)

Kasus Turun, Testing Menurun

Kasus harian Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan. Pada Senin (19/7), penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat 34.257 orang atau menurun jika dibandingkan sehari sebelumnya yakni 44.721 orang.

Penurunan ini bersamaan dengan berkurangnya jumlah testing Covid-19, yakni hanya dilakukan pemeriksaan kepada 160.686 spesimen dari 138.175 orang.

Total akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menembus 2.911.733 orang per 19 Juli 2021. Dari jumlah tersebut, 2.293.875 di antaranya sudah sembuh, 74.920 meninggal dunia dan 542.938 masih dirawat.

Penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia tak hanya terjadi Senin (19/7). Dalam lima hari terakhir sejak mencatatkan rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19 dalam 24 jam, yakni pada 15 Juli 2021, jumlah orang terpapar Covid terus mengalami penurunan.

Pada 18 Juli 2021 misalnya. Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia juga menurun menjadi 44.721 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya. Sedangkan kasus kematian naik tipis menjadi 1.093, pasien sembuh tambah 29.264 dan kasus aktif tambah 14.364 orang.

Temuan 44.721 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 192.918 spesimen dari 138.046 orang. Jumlah orang yang ditesting pada hari ini menurun signifikan.

Kemudian pada 17 Juli 2021. Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menurun menjadi 51.952 berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 251.392 spesimen dari 188.551 orang. Jumlah orang yang ditesting kali ini meningkat dari dua hari sebelumnya.

Sementara peningkatan kasus kematian tercatat bertambah sebanyak 1.092 orang, pasien sembuh naik 27.903 dan kasus aktif meningkat 22.957.

Sehari sebelumnya atau pada 16 Juli 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 54.000 orang. Ini menunjukkan, ada penurunan penambahan kasus positif Covid-19 dari sehari sebelumnya.

Namun, penurunan ini sejalan dengan menurunnya testing Covid-19. Pada hari itu, 54.000 kasus positif Covid-19 ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 258.532 spesimen dari 179.216 orang.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 bertambah sebanyak 1.205 orang, pasien sembuh meningkat 28.079 dan kasus aktif naik 24.716 pada hari yang sama.

Padahal pemerintah menargetkan menargetkan pengetesan sebanyak 324 ribu per hari di Jawa dan Bali. Realisasinya, pemerintah hanya mampu mencapai 127 ribu per hari, dan itu pun angka total nasional.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyebut ada dua kemungkinan penyebab jumlah spesimen yang diperiksa dalam beberapa hari terakhir menurun. Pertama, karena testing di akhir pekan menurun.

Kedua, keterlambatan input data spesimen dari laboratorium yang melakukan pemeriksaan ke sistem data Kementerian Kesehatan.

"Terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan menurunnya jumlah spesimen yang diperiksa, seperti penurunan testing di akhir pekan atau pun delay input yang berasal dari laboratorium ke dalam sistem data," jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (20/7).

Wiku memastikan, ke depan pemerintah berkomitmen meningkatkan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) secara keseluruhan. Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah akan berkoordinasi serta memfasilitasi pemerintah daerah guna mencapai target 3T.

"Berkoordinasi serta memfasilitasi pemerintah daerah untuk mencapai target masing-masing sesuai yang telah ditetapkan dalam Instruksi Mendagri," ujarnya.

Dalam Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Jawa dan Bali, testing perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan. Dengan ketentuan, jika positivity rate mingguan di bawah 5 persen, maka testing harus dilakukan kepada 1 per 1.000 penduduk per minggu.

Sementara jika positivity rate mingguan berada di atas 5 persen dan kurang dari 15 persen, maka testing harus dilakukan kepada 5 per 1.000 penduduk per minggu. Kemudian bila positivity rate mingguan di atas 15 persen dan kurang dari 25 persen, maka testing harus dilakukan kepada 10 per 1.000 penduduk per minggu.

Jika positivity rate mingguan berada di atas 25 persen, maka testing harus dilakukan kepada 15 per 1.000 penduduk per minggu.

Selain turunnya pengetesan, ada lima target PPKM Darurat yang gagal tercapai. Keenam inidikator ini adalah pelacakan, penurunan mobilitas, vaksinasi Covid-19, angka positivitas atau positivity rate, dan target menekan laju penularan.

Target vaksinasi sebanyak 1 juta per hari, faktanya hanya dapat dipenuhi 546 ribu per hari. Target menekan laju kenaikan penularan hingga 10 ribu kasus per hari, juga masih jauh.

Begitu pula dengan pelacakan, target 15 orang per satu kasus positif atau 300 ribu kontak tapi realisasi masih 250 ribu kontak.

Target positivity rate 10 persen, realisasinya masih 25 persen. Target penurunan mobilitas 30 persen, namun yang tercapai masih 20 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait