Geger Hewan Mitologi Ular Naga Jawa, Ada Mitos Nyawa Melayang Bagi yang Pegang

  • Arry
  • 15 Jan 2023 14:57
Ular Naga Jawa ditemukan di Pegunungan Sanggabuana Kerawang(ist/ist)

Penemuan hewan mitologi ular naga Jawa di Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, membuat gempar warga. Namun kini beredar mitos di masyarakat, salah satunya adalah yang memegang ular itu bisa mati.

Mitos yang berkembang, orang yang memegang ular itu akan mati, atau ular tersebut yang akan mati. Pawang ular Panji Petualang menilai, hal tersebut hanyalah sebuah mitos.

Menurutnya, mitos tersebut berkembang namun memiliki tujuanyang baik, yakni agar kelestarian ular naga Jawa itu terjaga. Sehingga, ular bernama latin Xenodermus javanicus itu bisa berkembang biak dan terjaga kelestariannya.

"Memang bagusnya gitu, mitos lama naik lagi, tapi publik tuh ketika kita edukasi malah penasaran," kata Panji dikutip dari detikcom.

Baca juga
Arti Mimpi Digigit Ular Menurut Islam: Benarkah Tanda Kesialan?

"Bener orang tua dulu, jangan dipegang ntar mati. Mereka tahu bahwa itu adalah spesies itu langka. Daripada anaknya ntar merusak, jadi diboongin, itu kearifan lokal," ungkap Panji.

"Tergantung, misalkan dia nggak nyaman, terancam, gigit sih. Tapi nggak seperti piton bisa berdarah-darah, orang mulutnya (ular naga Jawa ini) kecil banget," ujarnya.

"Intinya ular bukan untuk ditangkap dan juga dibunuh. Kalau ditangkap nggak semuanya bisa dibawa ke shelter. Seperti king kobra, itu perlu perlakuan khusus, kalau dilepas dan berkonflik lagi bisa repot kan orang," jelasnya.

Baca juga
VIDEO: Hewan Mitologi Ular Naga Jawa Ditemukan di Pegunungan Sanggabuana

"Kalau ada ular bisa cukup di-rescue, dibuang keluar, dia nggak akan balik lagi. Menang ada mitos kalau nggak dibunuh, nggak sampai ancur matanya bakal balik lagi, nggak itu nggak," ujarnya.

"Ular itu bukan hewan teritorial, kalau masuk rumah dia nyasar," jelasnya.

Selanjutnya kronologi penemuan ular naga Jawa >>>

 

Ular naga Jawa ditemukan pada 29 Oktober 2022 oleh Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR) di Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat. Ular tersebut ditemukan di aliran sungai Curug Cikoleangkak, salah satu air terjun yang ada di Pegunungan Sanggabuana.

Berbeda dengan naga dalam mitologi yang mempunyai sayap dan mampu menghembuskan nafas api, naga jawa tidak mempunyai sayap dan senjata api dari mulutnya.

Meski demikian, ular naga Jawa ini mempunyai sisik yang lebih kasar dibanding ular pada umumnya, lebih mirip dengan sisik biawak. Ciri khas lainnya yang mirip dengan naga adalah adanya sisik atau duri menonjol yang disebut hemipenial di sepanjang punggung atau bagian dorsal.

Barisan hemipenial di bagian dorsal ini berjajar rapi, mirip dengan tubuh naga dalam mitologi. Hemipenial di belakang kepala ular naga jawa, pada beberapa individu sangat menonjol hingga seperti membentuk tanduk atau mahkota di bagian belakang kepalanya.

Jika memperlakukan Xenodermus javanicus sebagai indikator ekologi, juga melihat karakter ularnya, masih ditemukan di sekitaran Curug Cikoleangkak ini mengidikasikan ekosistem di sekitar Curug Cikoleangkak masih bagus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait