Apakah Madu Bisa Basi Atau Kedaluarsa? Begini Penjelasannya

  • Arry
  • 4 Oktober 2022 15:38
Ilustrasi madu(Alexander Mils/unsplash)

Madu adalah bahan makanan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Madu bisa dikonsumsi langsung maupun ditambah dalam bahan makanan hingga dicampur dalam minuman.

Madu diolah lebah madu dari nektar bunga, yang membuatnya gurih dan manis. Hal inilah yang membuat madu kaya akan manfaat.

Seringkali kita menyimpan madu dengan jangka waktu yang lama. Saat akan dikonsumsi kembali, tentu ada pertanyaan, apakah madu yang kita simpan tersebut basi atau sudah kedaluarsa atau belum.

Apakah madu bisa basi atau kedaluarsa?

Melansir laman madurasa, madu murni bisa beryahan lama jika disimpan dengan baik. Madu dengan kandungan asli ini pun dijamin tidak akan basi.

Ada beberapa alasan kenapa madu murni bisa tidak basi atau tidak kedaluarsa:

1. Madu bersifat Higroskopis

Madu bersifat higroskopis atau memiliki kandungan air yang sangat rendah akibat kadar gula yang sangat tinggi. Kandungan gula ini menyerap cairan sehingga kelembaban madu berkurang secra drastis. Cairan nektar yang dikumpulkan lebah memiliki kelembaban awal 80-90% kemudian lebah mengubahnya menjadi madu dengan cara dikeringkan. Madu yang matang dalam artian sudah benar-benar kering dalam masa pembuatannya memiliki kelembaban kurang dari 18%.

Dengan tingginya kadar gula dan rendahnya air atau kelembaban pada madu, bakteri tidak dapat tumbuh atau berkembang biak. Kontaminasi madu juga bisa dicegah dengan menyimpan madu pada wadah yang rapat dan sebaiknya wadah juga kedap udara.

2. pH Asam

Madu bukanlah cairan bersifat netral melainkan cenderung bersifat asam dan memiliki pH yang berkisar antara 2 hingga 4,5. Sebagian besar bakteri patogen atau bakteri berbahaya lebih menyukai lingkungan bersifat netral atau cenderung basa, sehingga dalam lingkungan asam seperti madu, bakteri tidak dapat tumbuh atau berkembang.

3. Enzim dan Senyawa Antimikroba.

Madu mengandung enzim glukosa oksidase yang juga mengeluarkan hidrogen peroksida selama proses pembuatannya. Senyawa ini adalah senyawa antimikroba kuat yang dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme termasuk bakteri pada madu.

Selain itu, madu mengandung asam organik, senyawa fenolik dan peptida tertentu yang juga berkontribusi sebagai antimikroba, mencegahnya tumbuh dan merusak madu.


Bagaimana cara menjaga kualitas madu?

Untuk menjaga kualitas madu pastikan menjaga wadah madu tertutup dengan rapat dan disimpan dalam suhu yang sangat tinggi, atau suhu yang sangat rendah.

Madu tidak perlu dimasukkan ke dalam lemari es, cukup disimpan di lemari atau di tempat yang gelap, serta jauh dari sumber panas.

Sebaiknya simpan madu dengan suhu ruangan tidak lebih dari 27 derajat dan tidak kurang dari 8 derajat celcius. Madu murni dari Madu Rasa tidak mengandung campuran air atau bahan tambahan lainnya sehingga kualitas madu akan tetap terjaga dalam waktu yang sangat lama.

 

Artikel lainnya

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan