Usai Heboh Ucapan Orang Tolol, NasDem Ganti Ahmad Sahroni dari Pimpinan Komisi III

  • Arry
  • 29 Agt 2025 18:21
Politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni(@ahmadsahroni88/instagram)

Newscast.id - Fraksi Partai NasDem menggeser anggotanya, Ahmad Sahroni dari posisi pimpinan Komisi III DPR. Pergantian ini dilakukan setelah Bendahara Umum Partai NasDem itu melontarkan pernyataan kontroversial, pendemo DPR adalah orang tolol sedunia.

Surat pergantian Sahroni dari pimpinan Komisi III DPR diperoleh Newscast.id. Surat tertanggal 29 Agustus 2025 dan bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025.

Surat tersebut ditandatangani Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat. Sahroni yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai NasDem ikut meneken surat itu.

Dalam surat itu disebutkan, Sahroni diganti dari Wakil Ketua Komisi III DPR. Dia kini bergeser menjadi anggota Komisi I DPR.

    Surat Fraksi Partai NasDem soal pergantian Ahmad Sahroni dari pimpinan Komisi III DPR (Ist)
Surat Fraksi Partai NasDem soal pergantian Ahmad Sahroni dari pimpinan Komisi III DPR (Ist)

Sementara posisi Wakil Ketua Komisi III DPR yang ditinggalkan Sahroni diisi Rusdi Masse Mappasessu. Rusdi Masse sebelumnya adalah anggota Komisi IV DPR.

"Sesuai Rapat Pimpinan Fraksi Partai NasDem DPR dengan hormat kami sampaikan pergantian nama anggota Komisi III dan IV terhitung mulai tanggal 29 Agustus 2025 dari Fraksi Partai NasDem," tulis surat itu.

Sahroni sebut orang desak bubarkan DPR adalah orang tolol sedunia >>> 

 

Sebelum surat ini terbit, Ahmad Sahroni sempat menjadi sorotan publik saat bicara terkait gaji dan desakan pembubaran DPR.

"Orang yang cuman mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," kata Sahroni di Sumatera Utara, Jumat, 22 Agustus 2025.

"Ini kadang-kadang ya, masyarakat boleh kritik, boleh komplain boleh caci maki, nggak papa, kita terima, tapi ada adat istiadat yang mesti sampaikan."

"Kita boleh dikritik, mau bilangin an**g, b**i, ban**t, nggak papa, mampus-mampus nggak papa. Silakan kritik, mau ngapain juga boleh, tapi jangan mencaci maki berlebihan, itu karena merusak mental manusia, mental manusia yang begitu adalah orang tertolol sedunia, catat nih," jelasnya.

"Tapi kan ingat, bahwa kita selaku wakil rakyat juga punya kerja-kerja, punya empati. Apakah dengan membubarkan DPR meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan sekarang ini? belum tentu."

"Maka jangan menyampaikan hal-hal seenaknya, bubarin DPR, jangan," ujarnya.

"Memang yang ngomong itu rata-rata yang nggak pernah duduk di DPR. Emang kita orang pintar semua? Kita bodoh semua, tapi ada tata cara kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita."

"Kita memang belum tentu benar, belum tentu hebat, enggak, tapi minimal kita mewakili kerja-kerja masyarakat yang. Jangan dikit-dikit DPR ngomongin masalah ini, dihujat, ini dihujat, nggak papa, mau menghujat sampai mampus juga nggak papa, masih berdiri DPR nya sampai kapanpun tidak akan berubah, sama saja," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait